Selasa, 17 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Features

Tips Menghilangkan Phobia Hewan Berbahaya

18 Agustus 2019, 17: 10: 59 WIB | editor : Perdana

Tips Menghilangkan Phobia Hewan Berbahaya

TIDAK sedikit orang merasa jijik dengan hewan melata semacam ular. Bahkan hanya melihatnya saja sudah membuat bulu kuduk berdiri. Memang benar, ular adalah hewan buas yang berbahaya. Namun sebenarnya hewan itu bisa jinak dan tidak membahayakan.

”Perlu edukasi ke masyarakat dan mencoba memberi pemikiran baru. Bahwa ular dan reptil lain itu bisa tidak berbahaya. Tentu harus dengan proses dan tahapan yang wajib dilalui. Kalau sudah melewati itu pasti sudah bisa dibilang jinak dan tidak berbahaya,” ungkap Ketua Castello, Kurniawan Iman Santoso.

Ada banyak alasan orang-orang takut dengan ular. Bisa jadi karena pernah merasa terancam atau menyaksikan langsung peristiwa yang mengerikan akibat aksi ular.

”Contohnya, mungkin ada trauma karena pernah atau melihat orang lain yang digigit ular. Atau tidak semua ular beracun. Ada juga pyton yang cara membunuhnya dengan melilit,” sambungnya.

Lalu apakah ada cara khusus menghilangkan phobia terhadap ular dan hewan sejenisnya? Iwan menjawab semuanya tergantung kemauan dan keinginan. Menghilangkan phobia tidak boleh ada paksaan. Sebab, justru rasa takut bakal bertambah jika dalam paksaan.

”Kalau dia ingin, berarti dia ada rasa berani dulu. Intinya kan yang penting berani dan jangan takut. Kalau cara kami, kita beri dia reptil terlucu seperti iguana atau gecko. Biar rasa penasaran dia muncul untuk berani pegang reptil yang lebih menyeramkan,” jelasnya.

Cara ini diklaim ampuh menghilangkan phobia. Seseorang akan terbiasa menyayangi berbagai hewan dan reptil lainnya. Iwan mengatakan kuncinya adalah beri proses perkenalan bagi si penderita phobia.

”Ketakutan masyarakat sebenarnya cuma belum yakin saja sama reptil yang kami pelihara. Dan biasanya memang benar-benar jijik bahkan sekadar melihat saja. Tidak semestinya juga reptil dipelihara. Mereka tidak imut dan menggemaskan seperti kucing dan anjing,” imbuhnya.

Nah, bagi sebagian orang yang takut tapi penasaran. Iwan menyarankan untuk melihat reptil terlebih dahulu. Tanyakan karakter reptil tersebut. Baru kemudian coba untuk memegang.

”Kalau untuk orang-orang yang jijik melihat. Lebih baik pergi saja. Daripada pingsan di tempat,” kelakarnya.

Castello tidak hanya komunitas pecinta reptil saja. Sesuai namanya, semua pecinta jenis hewan boleh bergabung dalam komunitas ini. Bahkan Castello membuka pintu lebar bagi mereka yang tidak punya hewan sekali pun.

”Untuk menambah wawasan dalam bidang perhewanan,” tandasnya. (aya/adi

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia