Sabtu, 21 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Basah-basahan Gebuk Guling di Monjari

19 Agustus 2019, 11: 03: 54 WIB | editor : Perdana

TAHAN PUKUL: Seorang peserta perempuan berhasil menjatuhkan lawannya dalam lomba gebuk guling di area taman Monumen 45 Banjarsari, kemarin (18/8).

TAHAN PUKUL: Seorang peserta perempuan berhasil menjatuhkan lawannya dalam lomba gebuk guling di area taman Monumen 45 Banjarsari, kemarin (18/8). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Area Taman Monumen 45 Banjarsari (Monjari) mendadak riuh, kemarin (18/8). Sejumlah ibu-ibu jual beli pukulan dengan guling diatas kolam buatan. Atraksi ini mengundang rasa pemasaran masyarakat yang tengah menikmati suasana santai di taman kota tersebut.

Teriakan ibu-ibu PKK Kelurahan Setabelan, Kecamatan Banjarsari mencuri perhatian pengunjung Monjari. Memberi dukungan rekannya yang bertanding. Lomba gebung giling ini dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Ke-74 RI. Dinisiasi Karang Taruna Permadi Kelurahan Setabelan.

”Baru pertama ini digelar untuk ibu-ibu. Ternyata asyik sekali. Seru. Yang nonton ramai. Semoga tahun depan digelar lagi,” kata Dian Wahyu Ningrum, 25, peserta asal Kampung Jogobayan, Kelurahan Setabelan, Kecamatan Banjarsari.

Peserta adu ketahanan di atas kolam buatan dari terpal ukuran 3x3 meter. Mereka duduk di datas sebilah bambu. “Sebenarnya bukan juara yang dicari. Cuma ingin memeriahkan lomba saja,” imbuhnya. 

Diakui para peserta, kesulitan dalam lomba ini yakni saat menahan keseimbangan. Butuh skill mumpuni saat duduk di atas sebilah bambu. “Susah sekali. Beberapa kali jatuh sebelum lomba dimulai. Saya sekali gebuk langsung byur,” kelakarnya.

Suasana pecah saat para pemuda setempat melantunkan tembang dangdut dalam lomba menyanyi. Suara merdu bukan takaran. Melainkan keberanian naik di atas panggung. Mengajak penonton ikut bergoyang

”Gebuk guling perlombaan unggulan. Panitia juga menyelenggarakan lomba balap karung, mewarnai, dan makan kerupuk,” jelas Ketua Panitia Lomba Kelurahan Setabelan Bagas Digda Prakoso. 

Lurah Setabelan Sudadi menambahkan, lomba itu diinisiasi warga secara mandiri. Pihaknya tidak menginstruksikan secara khusus kepada warga untuk menyelenggarakan lomba. Namun, lebih kepada imbauan untuk menyelenggarakan lomba yang meriah dan mengandung unsur edukasi.

“Ini rangkaian semarak Hari Kemerdekaan RI. Dawali lomba dulu. Pekan depan juga ada pentas seni anak di Kampung Jogobayan. Jadi meriah sekali perayaannya,” tandas Sudadi. (ves/fer)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia