Selasa, 17 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Banyak yang Rindu Arseto, Wacana Hidup Lagi Kembali Muncul

19 Agustus 2019, 11: 14: 26 WIB | editor : Perdana

KANGEN-KANGENAN: Para eks pemain Arseto Solo yang mengadakan reuni di Stadion Sriwedari.

KANGEN-KANGENAN: Para eks pemain Arseto Solo yang mengadakan reuni di Stadion Sriwedari. (NIKKO AUGLANDY/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Duapuluhan alumnus klub Arseto Solo berkumpul di Stadion Sriwedari, yang sempat jadi markas mereka puluhan tahun lalu. Ya, klub yang berdiri di Jakarta (1978) dan membubarkan diri saat ber-home base di Solo (1998) tersebut, kemarin mengadakan reuni. 

Alumni lintas generasi yang bergabung di acara reuni ini mulai dari Agung Setyobudi, Eduard Tjong, hingga Inyong Lolombulan. Arseto bertanding melawan EAFC (Enak Aja FC) klub ini asal Jakarta yang merupakan bentukan legenda Arseto, Ricky Yakobi. Sayang Ricky berhalangan hadir, karena saat ini tengah berada di India.

“Saya harap, acara seperti ini bisa kembali digelar rutin tiap tahunnya. Banyak yang rindu pada tim ini. Bukan hanya pemainnya, tapi juga suporternya. Walau tim ini sudah bubar 20 tahun lalu, tapi alumninya masih berkomunikasi dengan baik hingga hari ini. Jadi tali persaudaraan kita tak pernah terputus,” terang pemain angkatan pertama Arseto (1979-1981), Suripto Mangunkusumo kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.

Di depan rekan-rekannya, ternyata muncul kembali wacana Arseto kembali akan dihidupkan. Pembahasan ini ternyata sudah di dengar oleh pendirinya, Sigid Harjoyudanto, 

”Mudah-mudahan kalau dapat izin dari pihak Jakarta, Arseto bisa kembali hidup mulai dari kasta Liga 3. Manajer nanti biar diurus pak Rio (Arya Surendra, manajer PS Unsa Asmi). Soalnya dulu pak Brojo (ayahanda Rio) sempat jadi manajer di tim ini,” ujarnya.

Rio sendiri mengakui hal tersebut memang jadi sebuah wacana yang diharapkan bisa segera direalisasikan. Perlu banyak langkah yang harus dilakukan. Mulai dari dapat izin dari Askot PSSI Surakarta hingga Asprov PSSI Jateng untuk mendapatkan lisensi pembentukan klub profesional.

”Kita inginnya membangun pondasi dulu, dan yang paling utama tentu dapat restu dari pak Sigid sebagai pemilik klub. Kalau dari sisi potensi pemain dan infrastruktur stadion jelas Solo sudah sangat siap sekali,” tuturnya.

Di lain sisi, Eduard Tjong ikut menanggapi wacana tersebut. ”Sebetulnya sudah ada wacana itu saat pak Brojo masih ada. Saya harap memang itu bisa benar-benar terealisasi. Walaupun tentu tak mudah prosesnya. Kalau mau membentuk dari awal lagi, saya ikut mendukung. Ini bagus untuk menampung potensi pemain lokal Solo,” terang Edu. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia