Selasa, 17 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

8 Warga Binaan Bebas di Hari Kemerdekaan

19 Agustus 2019, 13: 05: 45 WIB | editor : Perdana

PEMBERDAYAAN: Sejumlah warga binaan Lapas Kelas IIA Sragen mengikuti pelatihan usaha. Tahun ini ada 258 warga binaan yang mendapat remisi.

PEMBERDAYAAN: Sejumlah warga binaan Lapas Kelas IIA Sragen mengikuti pelatihan usaha. Tahun ini ada 258 warga binaan yang mendapat remisi. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Kebahagiaan pada Hari Kemerdekaan juga dirasakan para tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sragen. Delapan narapidana mendapat remisi bebas pada Sabtu (17/8). Remisi diberikan kepada 258 narapidana.

Kepala Lapas II A Sragen Yosef B. Yembise mengatakan, jumlah narapidana di Lapas Sragen saat ini mencapai 504 orang. Laki-laki 414 orang, 12 orang perempuan. Terkait pemberian pengurangan hukuman tahun ini porsinya berbeda-beda. Pengurangan hukuman mulai dari remisi 5 bulan, 3 bulan, dan 1 bulan. Narapidana yang menghirup udara bebas mendapat ijazah dari lapas Sragen.

”Ijazah merupakan hadiah sepesial dari kami pada mereka setelah menjalani pembinaan di lapas ini,” terang Yosef, kemarin (18/8).

Dijelaskan, 50 persen tahanan di Lapas Kelas IIA Sragen karena kasus narkoba. Yakni 236 orang. Sementara terdapat 8 orang napi tipikor dan satu orang napi teroris. Syarat narapidana mendapatkan remisi harus berkelakuan baik. Yakni tidak melakukan pelanggaran selama mengikuti pembinaan. Selain itu ada syarat administrasi seperti mempunyai surat-surat harus dipenuhi untuk pengajuan remisi.

Kasi Pembinaan Anak Didik dan Narapidana Agung Hascahyo menyampaikan, delapan orang yang mendapat remisi bebas di antaranya yang merupakan napi kasus perjudian, penganiayaan, penggelapan, kecelakaan lalu lintas, dan pelanggaran UU Perlindungan Anak. Pemberian remisi tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 99 tahun 2012. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia