Senin, 16 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Insiden Tour de Indonesia, Mobil Pengiring Tabrak Motor Nyelonong

19 Agustus 2019, 19: 00: 06 WIB | editor : Perdana

Motor milik korban yang ditabrak mobil pengiring peserta Tour de Indonesia

Motor milik korban yang ditabrak mobil pengiring peserta Tour de Indonesia

Share this      

KLATEN - Gelaran balap sepeda Tour de Indonesia 2019 pada etape I sempat diwarnai insiden kecelakaan lalu lintas. Hal ini terjadi saat pebalap sepeda beserta rombongan melintasi wilayah Klaten pada Senin (19/8) pagi. 

Salah satu mobil rombongan kejuaraan tersebut menabrak pengendara sepeda motor di Jalan Pemuda, tepatnya di depan kantor Pemkab Klaten.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Solo, iring-iringan Tour de Indonesia yang mengambil start dari Candi Borobudur Magelang mulai masuk wilayah Klaten pada pukul 10.00. Sebenarnya jauh sebelum rombongan melintas, polisi telah disiagakan untuk menjadikan jalan protokol tersebut steril.

Rombongan Tour de Indonesia yang melintasi Klaten terbagi menjadi dua rombongan dengan kecepatan tinggi. Setelah rombongan pertama melintas, disusul rombongan kedua. Terdiri dari pebalap dan iring-iringannya, termasuk mobil dan sepeda motor. 

“Di sela-sela jeda rombongan pertama dan kedua itu, tiba-tiba ada pengendara motor yang nyelonong melintas di tengan jalan dari arah Jogja menuju Klaten. Pengendara motor juga melaju kencang,” jelas salah satu warga sekitar, Yanti 43, yang melihat kejadian itu.

Pemotor diketahui bernama Minggir Sri Miyanto, 38, warga Desa Bendan, Kecamatan Manisrenggo mengendarai Honda Mega Pro AD 6987 IC. Pada saat melintas di tengah jalan, sebenarnya masyarakat dan polisi sudah meneriakinya agar segera keluar menepi.

Tetapi nahas, saat dirinya hendak berbelok ke sisi kanan jalan untuk menepi, dari belakang sudah melaju mobil salah satu rombongan Tour de Indonesia. Pemotor itu diseruduk mobil rombongan. Akibatnya korban langsung terseret hingga mengalami luka-luka.

Sementara itu, Minggir Sri Miyanto mengaku awalnya tidak mengetahui kalau ada rombongan balap sepeda. ”Saya tidak tahu. Setelah rombongan pertama lewat, saya kira sudah tidak ada lagi. Ternyata di belakang masih banyak rombongan,” pungkasnya. (ren/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia