Sabtu, 21 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Hilangkan Kesan Kumuh, Tebing Sungai Dimural 

20 Agustus 2019, 10: 14: 17 WIB | editor : Perdana

ENAK DIPANDANG: Tebing Sungai Kali Pepe di Sudiroprajan, Jebres kini tampak indah setelah dimural selama empat hari terakhir.

ENAK DIPANDANG: Tebing Sungai Kali Pepe di Sudiroprajan, Jebres kini tampak indah setelah dimural selama empat hari terakhir. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Wajah Kali Pepe di Sudiroprajan, Jebres, tampak lebih cantik. Seni mural menghiasi tebing kali sepanjang 380 meter. Coretan indah ini merupakan hasil karya 27 seniman di Kota Bengawan. 

Tidak hanya sekadar menggoreskan cat, tapi ada pesan kesatuan dan persatuan, kebersamaan dalam keberagaam dalam gambar tersebut. “Ini empat hari dibuat dalam bentuk lomba mural. Berakhir hari ini (kemarin),” kata panitia lomba Arga Dwi Setyawan, Senin (19/8).

Nantinya, di sela mural-mural itu akan disisipkam pola mozaik. Ini agar memberikan kesan yang lebih penuh pada tebing sungai tersebut. Pihaknya ingin karya seni sarat kebinekaan di tebing Kali Pepe itu menjadi cerminan kepedulian masyarakat akan lingkungan sungai.

“Setelah mural selesai akan ada tambahan hiasan. Kami harap ini bisa memaksimalkan keindahan sungai ini. Dengan begitu masyarakat akan lebih tergugah mencintai sungai dan bisa menghentikan perilaku buang sampah di sungai. Potensi wisata sungai juga bisa dimaksimalkan,” kata Arga. 

Lurah Sudiroprajan Dalimo berharap keindahan sungai itu bisa makin terlihat setelah koridor sungai dihias sedemikian rupa. Untuk melengkapi itu, giat-giat kebersihan sungai akan terus digeber di masa mendatang. 

“ Tujuannya adalah mempercantik sungai agar dapat dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi dan berbagai macam kegiatan masyarakat. Masyarakat juga menjadi sadar pentingnya menjaga sungai yang bersih dan cantik agar bisa jadi lokasi wisata,” kata dia. 

Pihaknya berharap suatu saat nanti wisata Sungai Sudiroprajan yang masih digelar sekali setahun itu bisa digelar dalam berbagai kesempatan lainnya. 

“Sebelumnya giat perahu wisata hanya dilakukan setahun sekali saat Grebeg Sudiro dan berlangsung selama dua pekan. Kami harap wisata sungai bisa makin terarah setelah ada kegiatan ini,” harapnya. 

Alasan tersebut cukup masuk akal lantaran berdampak positif pada peningkatan ekonomi masyarakat dan potensi kepariwisataan setempat. Dengan tarif perahu wisata terjangkau umum maka akan bisa memberi manfaat bagi banyak pihak. “Dua minggu saja bisa mendatangkan Rp 40 juta. Itu pun belum banyak yang terlayani karena keterbatasan perahu wisata. Nanti kalau permintaan banyak bisa ditambah. Yang penting kegiatan sosial ekonomi dan kemasyarakatan bisa berjalan lancar,” kata Dalimo. (ves/bun)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia