Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo
Kasus Tabrak Lari Overpass Manahan

Gugatan Kalah, Giliran LP3HI Sasar Kapolda

20 Agustus 2019, 10: 16: 53 WIB | editor : Perdana

Gugatan Kalah, Giliran LP3HI Sasar Kapolda

SOLO – Gugatan praperadilan kasus tabrak lari Overpass Manahan akhirnya kandas setelah ditolak hakim. Lembaga Pengawalan dan Pengawasan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) Surakarta pun tidak menyerah. Mereka akan kembali mengajukan praperadilan dalam kasus yang sama. Namun kali ini yang digugat adalah Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel.  

Tidak hanya itu, lembaga tersebut rencananya akan menggugat pelaku tabrak lari secara perdata dengan nominal Rp 1 milliar bila dia tidak segera menyerahkan diri kepada pihak berwajib. Terhitung satu bulan sejak kemarin.

Sidang putusan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta Senin kemarin (19/8) pukul 10.40. Hakim tunggal Pandu Budiono membuka sidang dengan membacakan sejumlah pertimbangan. “Dalam persidangan pemohon mengajukan enam bukti surat dan termohon mengajukan 37 bukti surat. Dari polresta yakni laporan dan penerbitan surat polisi dan surat penyelidikan. Surat bukti gelar, surat perintah tugas dan surat tugas mendatangi bengkel serta berkas lainnya. Sedangkan dari LP3HI bukti fotokopi dari website pemberitaan terkait perkembangan kasus ini,” tutur Hakim.

Setelah menimbang serta berdasarkan bukti dan fakta persidangan yang ada, Pandu lantas memutus menolak gugatan praperadilan terkait kasus tersebut. “Pemohon (LP3HI) tidak beralasan dan permohonan ditolak, menimbang kasus ini masih terus dalam proses penyelidikan pihak yang berwajib,” katanya.

Ditemui usai sidang, Kuasa hukum LP3HI Sigit Sudibyanto mengaku kecewa. Sebab, putusan hakim terlalu normatif dalam menilai praperadilan ini. Hakim masih bersandar pada manajemen penyidikan, dan sepakat dengan polresta kasus ini masih penyelidikan. “Kami mempertanyakan sampai kapan? hakim mengakui sudah ada tindak pidana, sudah ada korban, sudah ada tahapan,” katanya.

Hakim seharusnya memerintahkan kapolresta membuat surat perintah penyidikan (sprindik)). Karena itu, LP3HI akan kembali mengajukan gugatan kedua dengan termohon Kapolda Jawa Tengah.

Kementara itu, Ketua LP3HI Arif Sahudi mengatakan hal senada. Bahkan pihaknya siap menggugat 10 kali sampai pihak penegak hukum bisa menentukan tersangka dalam kasus yang membuat Retnoningtri, warga Kelurahan/Kecamatan Serengan ini meninggal. “Ini bukan masalah kami tidak menghormati kinerja Polri, tapi dalam rangka mengejar keadilan,” katanya.

“Kami sampaikan juga kepada pengemudi mobil, kalau satu bulan tidak menyerahkan diri akan digugat secara perdata dengan nilai Rp 1 miliar untuk ganti rugi kepada korban,” tegas Arif saat ditemui di luar gedung persidangan.

Sementara itu, Kasubbag Hukum Polresta Surakarta Iptu Rini Pangestuti enggan berkomentar banyak menyikapi hasil persidangan. “Tadi sudah dengar sendiri, keputusannya ditolak. Kami saat ini akan terus berkonsentrasi dalam melakukan penyelidikan,” papar Rini.

Ditemui terpisah, Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ribut Hari Wibowo mengakui di akhir masa jabatannya kemarin, kasus tabrak lari menjadi utang kasus menonjol yang belum terselesaikan. “Insya Allah nanti di bawah kepemimpinan kapolresta yang baru (AKBP Andy Rifaid) bisa diungkap. Ini menjadi tunggakan dan utang kami kepada masyarakat agar segera diungkap dan diproses hingga nanti sampai tahap pengadilan,” kata kapolresta. (atn/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia