Selasa, 17 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Kasus Pemukulan Wartawan Oleh Suporter, Jadi Pembelajaran Semua Pihak

20 Agustus 2019, 10: 56: 27 WIB | editor : Perdana

BERDAMAI: Mediasi kasus pemukulan wartawan yang dihadiri panpel Persis, Pasoepati, dan Polres Madiun Kota.

BERDAMAI: Mediasi kasus pemukulan wartawan yang dihadiri panpel Persis, Pasoepati, dan Polres Madiun Kota.

Share this      

MADIUN - Kesepakatan damai antara perwakilan suporter Solo dengan wartawan korban kekerasan laga Persis Solo melawan PSIM Jogja (16/8), Wiwit Eko Prasetyo.

“Ada kesepakatan dengan perkara tersebut. Semua pihak sepakat berdamai. Kami berharap kejadian seperti ini tak terjadi lagi,” terang Kasat Reskrim Polres Madiun Kota AKP Suharyono.

Persis sendiri masih memiliki lima laga kandang di Liga 2 2019.  “Kami berharap dan meminta suporter Solo bisa evaluasi diri. Persis Solo ini home base-nya di Madiun, kami harap kedepannya bisa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Madiun,” harapnya.

Wiwit yang juga merupakan wartawan televisi di Kota Madiun tersebut mengakui ini memang jadi sebuah resiko pekerjaannya. ”Saya memang masih menyesalkan pemukulan helm tersebut, makanya setelah kejadian saya melaporkan kejadian tersebut sebagai bentuk perhatian,” ucap Wiwit.

Ketua Panpel Persis Didik Daryanto berharap ini jadi pembelajaran untuk semua pihak, khususnya teman-teman suporter. “Ini agar lebih dewasa. Jangan sampai hal-hal seperti ini kembali terjadi. Pada teknisnya, kita akan sampaikan juga ke suporter. Keamanan yang lebih utama. Dalam sebuah pertandingan, tak boleh ada pembiaran (terjadinya kericuhan),” terangnya.

Mediasi ini sendiri tak hanya dihadiri oleh Wiwit, pihak polresta, dan panpel saja. Presiden DPP Pasoepati, Aulia Haryo juga ikut hadir diacara mediasi yang digelar di ruang kasat reskrim Polres Madiun Kota. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia