Selasa, 17 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Features

Ketika Mahasiswa Kedokteran Berhimpun dalam Komunitas Sosial

21 Agustus 2019, 10: 16: 29 WIB | editor : Perdana

BERMANFAAT: Anggota Komunitas Bismillah terus menebar kebaikan lewat aksi sosial mereka.

BERMANFAAT: Anggota Komunitas Bismillah terus menebar kebaikan lewat aksi sosial mereka. (ANISA DIMAS/RADAR SOLO)

Share this      

Menjadi seorang mahasiswa bukan berarti hanya urusan belajar dan kampus, namun sebagai agen perubahan juga memiliki misi sosial. Nah, sekumpulan mahasiswa kedokteran di Solo ini berhimpun dalam komunitas. Mereka bergerak peduli terhadap sesama. Seperti apa aksinya?

ANISA DIMAS T-SEPTINA FADIA P, Solo, Radar Solo

BERMULA membantu mahasiswa baru yang kesulitan memahami materi dosen, sejumlah mahasiswa senior kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) ini tergerak membantu mereka. 

“Awalnya kami meringkas buku-buku kedokteran yang kami beri nama Medsmart. Lalu menjual ke mahasiswa baru di kampus. Ini agar lebih mudah, karena buku-buku dari jurusan kedokteran banyak yang sulit dimengerti,” ujar Narendra, anggota Komunitas Bismillah kepada koran ini belum lama ini.

Di dalam buku ini terdapat dream page bagi siswa yang suka coret-coret. Selain itu ada ruang untuk menuliskan impian yang akan digapai. Di dalamnya juga sudah diberi highlight. Jadi pembaca tidak perlu menstabilo materi yang dianggap penting.

Komunitas Bismillah ini dirintis sejak 2017. Awalnya hanya terdiri dari 16 anggota. Semuanya mahasiswa  jurusan kedokteran. Sekarang anggotanya sudah bertambah empat kali lipat. Sedangkan bukunya sudah terjual lebih 1.500 eksemplar ke mahasiswa baru. Harganya bervariasi, mulai dari Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu.

“Hasil penjualan buku ini bukan dinikmati pribadi. Tapi 100 persen digunakan untuk kegiatan sosial di sekitar kampus UNS.  Jadi mahasiswa baru suka rela membeli akan dapat dua manfaat. Yakni, ilmu untuk dia dan sedekah bagi orang lain,” ujarnya.

Aksi sosial ini dilakukan setiap Jumat sepekan sekali. Mereka menyalurkan makanan kepada jamaah salat Jumat di sekitar kampus UNS. Seiring perkembangan, komunitas ini mulai menebarkan kebaikan dengan memperluas kegiatan sosial kepada anak-anak panti asuhan di Solo dan sekitarnya. Meski dana yang digunakan hanya mengandalkan dari penjualan buku, namun komunitas ini tidak pernah mengalami kesulitan dalam hal dana.

Bahkan, kini anggotanya juga sudah mulai mencair. Tidak hanya dari mahasiswa kedokteran, namun ada dari fakultas lain. “Tujuan komunitas ini memperluas kebaikan dan manfaat bagi sesama. Dengan menjadikan sosial dan intelektualitas sebagai fokus gerakannya,” ungkap pria yang pernah dipercaya menjadi ketua komunitas ini. 

Dalam menjalankan niat baik ini tidak selalu berjalan mulus. Ada tantangan yang harus dihadapi. Namun tekad kuat telah memantapkan mereka agar terus menebar kebaikan terhadap sesama. 

“Anggota Komunitas Bismillah ini berasal dari keluarga yang memiliki perekonomian pas-pasan. Namun semangat berbagi sangat tinggi. Seperti nama komunitas ini. Yaitu asal maju dengan niat yakin dan mengucap Bismillah di setiap langkah demi menolong sesama,” ujarnya. (*/bun)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia