Kamis, 20 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Gerakan Cinta Budaya lewat Festival Wayang Bocah

21 Agustus 2019, 11: 16: 05 WIB | editor : Perdana

ATRAKTIF: Anak-anak tampil di Festival Wayang Bocah 2019 di Gedung Wayang Orang Sriwedari, Solo, Selasa (28/8).

ATRAKTIF: Anak-anak tampil di Festival Wayang Bocah 2019 di Gedung Wayang Orang Sriwedari, Solo, Selasa (28/8). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Pemerintah Kota Surakarta tak henti-hentinya menggaungkan gerakan cinta budaya. Kali ini, anak-anak Kota Bengawan diajak menikmati indahnya kesenian lokal lewat Festival Wayang Bocah 2019. 

Suasana tegang tampak di wajah sejumlah anggota sanggar anak yang hendak naik panggung Gedung Wayang Orang (GWO) Sriwedari, Selasa (20/8). Maklum, siswa Sanggar Sang Citra Mojosongo ini memang baru kali pertama tampil pentas wayang orang di depan orang sebanyak itu. “Ya sempat agak takut, soalnya baru pertama ini pentas,” jelas 

Candra Budi Saputra, 13, pemeran tokoh Gareng.

Dalam pentas berdurasi 45 menit itu, puluhan pemain tampak apik memainkan perannya masing-masing. Mereka sangat serius dan meresapi tiap adegan yang dibawakan. Bahkan, Gareng yang sempat malu-malu ini pun bisa cair saat melakukan guyonan dengan lawan mainnya. “Sebelum pentas itu ya sempat malu-malu. Tapi pas di atas panggung jadi tidak malu,” kata siswa SMP N 26 Surakarta yang bercita-cita jadi pemain bola profesional itu.

Lawan main Gareng, Yanuar Priyojatmiko, 11, yang berperan sebagai Petruk mengaku lebih santai dalam pentas tersebut. Siswa SDN Tegal Ayu Jebres ini memang lebih dulu bergabung dalam sanggar tersebut.

“Saya sudah setahun ikut sanggar ini. Senang dengan tarinya, perannya, sama tata rias dan kostumnya,” ujar bocah yang ingin jadi pemain voli profesional itu. 

Rasa deg-degan berubah jadi pendorong semangat juga terlihat dalam aksi Indrajit yang dimainkan Kevin Kurniawan, 12. Meski baru bergabung selama tiga pekan, siswa SDN Tugu Jebres ini tampak apik memainkan setiap adegan dalam pentas itu. “Bangga liat cucu saya pentas. Soalnya di keluarga tidak ada yang menekuni kesenian ini,” ucap nenek Kevin, War'ah 64. 

Kepala Bidang Pelestarian Budaya Dinas Kebudayaan Surakarta Is Purwaningsing mengatakan, Festival Wayang Bocah 2019 ini digelar untuk meningkatkan kesadaran generasi muda akan budaya dan kesenian lokal. Harapannya, warisan budaya dan seni lokal ini bisa bertahan di masa mendatang. “Sudah delapan kali digelar. Bahkan, tahun ini lebih meriah dari tahun sebelumnya,” kata Is.

Dalam festival yang digelar selama tiga hari terakhir, 20-22 Agustus ini, ada 10 kelompok sanggar seni yang melibatkan diri. Mereka berlomba mementaskan lakon Mahabarata atau Ramayana untuk memperebutkan predikat terbaik mulai dari grup terbaik, pemeran terbaik, sutradara terbaik, dan lain sebagainya. Pemenangnya, akan diumumkan Kamis (22/8). (ves/bun)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia