Selasa, 17 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Cleaning Service RSUD Edarkan Pil Koplo

21 Agustus 2019, 12: 46: 31 WIB | editor : Perdana

TANPA IZIN: Barang bukti obat-obatan keras yang ditemukan saat penangkapan para pelaku.

TANPA IZIN: Barang bukti obat-obatan keras yang ditemukan saat penangkapan para pelaku. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Dua pekerja RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen kedapatan menjadi pengedar obat-obat keras yang biasa disalahgunakan sebagai pil koplo. Mereka ditangkap anggota Polres Sragen bersama satu orang lainnya Senin (19/8) malam. Sempat diduga obat tersebut hasil curian dari RSUD.

Identitas pekerja RSUD dr Soehadi Prijonegoro tersebut, yakni Agus Sriyanto, 24, warga Dusun Pedaan RT 04/02, Desa Bener, Kecamatan Ngrampal. Serta Angga Nur Tyas, 39, warga Puro Asri RT 22/10, Desa Puro, Kecamatan Karangmalang. Keduanya merupakan tenaga swasta cleaning service di RSUD.

Sementara satu orang lainnya yakni Joko Santoso, 24, warga Dusun Cengklik RT 02/03, Desa Sukorejo Kecamatan Sambirejo. Mereka ditangkap di belakang RSUD Prijonegoro Sragen, Jalan Merak Ngrandu, Kelurahan Nglorog, Kecamatan Sragen. Saat ditangkap, ketiganya kedapatan memiliki ratusan obat keras yang tak disertai izin edar.

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen dr Sri Herawati memastikan kedua orang yang ditangkap bukan pegawai tetap RSUD. Mereka merupakan pekerja dari penyedia jasa kebersihan yang jadi rekanan RSUD Sragen. 

”Bukan pegawai (tetap, Red) kami. Itu dari pihak ketiga yang bekerja sama dengan RSUD,” terang Sri Herawati Selasa (20/8).

Apakah obat keras yang dibawa pelaku, salah satunya adalah jenis trihexyphenidyl itu diambil dari stok milik RSUD? Sri Herawati membantah hal tersebut. Dia menyampaikan RSUD juga memiliki obat jenis trihexyphenidyl itu, tapi dengan nama produsen berbeda. 

”Kami juga ada jenis obat tersebut (trihexyphenidyl, Red), tapi bukan produksi Holi. Obat itu penggunaan izinnya pada dokter yang menangani masalah kejiwaan,” tuturnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Sragen AKP Agus Jumadi menuturkan, ketiganya menjadi tersangka tindak pidana pengederan sediaan farmasi tanpa memiliki izin edar. Penangkapan bermula pada Senin sekitar pukul 19.00, anggota Polsek Sragen Kota mendapat informasi dari masyarakat bahwa di belakang RSUD sering jadi tempat peredaran obat-obatan terlarang. 

Selanjutnya, petugas melaksanakan penyelidikan dengan mendatangi tempat tersebut. Saat tiba di lokasi, ada dua orang yang dicurigai membawa obat obatan. Polisi langsung menangkap dan memeriksa dua orang cleaning service RSUD tersebut. Ternyata mereka membawa sejumlah pil koplo. 

”Mereka mengaku mendapatkan obat-obatan tersebut dari tersangka Joko. Tiap orang yang ditangkap membawa barang bukti yang berbeda-beda,” terang Agus mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan Selasa (20/8) .

Joko Santoso kedapatan membawa 580 butir obat trihexyphenidyl buatan Holi, delapan butir obat tramadol, serta uang tunai Rp 448 ribu. Agus Sriyanto membawa 198 butir obat trihexyphenidyl, tiga butir obat merek Mersi, tiga butir obat merek Riklona, dan uang tunai Rp 230 ribu. Sementara Angga Angga Nur Tyas membawa enam butir obat trihexyphenidyl dan uang tunai Rp 170 ribu.

Soal asal muasal obat yang diedarkan cleaning service RSUD itu, Kapolsek Sragen Kota Iptu Mashadi menjelaskan, barang bukan curian dari rumah sakit. ”Obat ini dibeli dari orang yang mereka sendiri tidak mengetahui namanya,” ujar Mashadi. (din/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia