Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Opor Ayam Gegerkan Satu Desa, 60 Warga Mengalami Gejala Keracunan

21 Agustus 2019, 12: 48: 45 WIB | editor : Perdana

MASIH LEMAS: Pasien gejala keracunan yang masih dirawat di Puskesmas Tawangsari, Selasa (20/8).

MASIH LEMAS: Pasien gejala keracunan yang masih dirawat di Puskesmas Tawangsari, Selasa (20/8). (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Sedikitnya 60 warga Dukuh Tambakboyo RT 1 RW 1, Desa Tambakboyo, Kecamatan Tawangsari mengalami gejala keracunan setelah menyantap menu opor ayam hidangan malam tirakatan HUT Kemerdekaan Ke-74 RI, Jumat (16/8). Mereka segera dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Total ada 24 orang yang harus dirawat inap. 11 orang di antaranya belum diizinkan pulang hingga kemarin (20/8). Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sukoharjo terus melakukan pemantauan intensif.

Warsiyem, 41, yang masih dirawat di Puskesmas Tawangsari mengatakan, acara tirakatan tersebut diisi dengan makan bersama. “Warga berbelanja bahan masakan lalu dimask bersama-sama dan dimasukkan kardus. Saat malam tirakatan kami makan bersama. Warga yang tidak hadir, nasi boksnya diantar ke rumah,” ujarnya.

Tidak ada yang aneh saat Warsiyem menyantap aneka menu makanan. Tapi, pada pagi harinya, Sabtu (17/8), dia merasakan nyeri perut, kepala pusing, meriang, dan diare.

"Anak saya, Agita, 10, saat upacara bendera juga sakit perut dan muntah sampai pingsan. Sorenya saya dan anak periksa ke bidan di daerah Cuplik,” ungkapnya.

Ternyata, kondisi seruap dialami puluhan warga lainnya. Lewat grup WhatsApp, mereka mengeluhkan nyeri perut, kepala pusing, badan meriang, diare dan muntah-muntah. Mengetahui fenomena tersebut, ketua RT setempat segera melapor ke Puskesmas Tawangsari dilanjutkan pemeriksaan medis.

"Kami diberi obat penawar sakit jika kondisi tidak terlalu parah. Kalau kondisinya parah,  diminta dirujuk ke rumah sakit terdekat," ujar dia.

Warsiyem dan Agita kemudian dirujuk ke Puskemas Tawangsari, Senin sore (19/8). "Warga yang dirujuk ke faskes tidak bersamaan. Kebanyakan pada Minggu dan Sabtu (18 -19/8). Saya menganggap ini musibah. Nanti pasti ada hikmahnya," terangnya.

Kepala Desa Tambakboyo Samsul Arifin menuturkan, warga yang mengalami gejala keracunan sudah terkondisikan dan keadaannya berangsur membaik.

"Memang ada sekitar 60 warga diduga mengalami gejala keracunan. Penyebabnya belum diketahui secara pasti. (Sampel makanan) masih di uji lab oleh DKK Sukoharjo,” ucapnya.

Mereka yang mengalami gejala keracunan mulai dari anak-anak hingga orang tua. Ada tiga fasilitas kesehatan jadi jujukan. Yakni Puskesmas Tawangsari merawat 21 orang, 12 orang di antaranya telah diizinkan pulang. Kemudian di Rumah Sakit (RS) Nirmalasuri sebanyak dua orang, satu orang telah diizinkan pulang. Serta RS PKU Muhammadiyah satu orang dan masih dirawat inap. "Total masih ada 11 orang dirawat inap di tiga tempat tersebut," ujar Samsul.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala DKK Sukoharjo Yunia Wahdiyati memaparkan, penyebab gejala keracunan diduga dari menu opor ayam yang dikemas dalam kardus. “Kami telah mengirimkan petugas untuk melakukan pemeriksaan pada warga untuk survei epidemiologi,” kata dia.

Terpisah, Plt Kapolsek Tawangsari Iptu Sidi Purnama menuturkan, pihaknya telah menerjunkan anggota untuk melakukan penyelidikan. “Informasi yang kami peroleh makanan tersebut ketika masih panas langsung dibungkus plastik. Kemungkinan penyebabnya itu yang menimbulkan zat beracun," beber dia. (rgl/wa)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia