Sabtu, 21 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Pendidikan

Fokus Bangun 15 SMKN Jateng di Zona Merah 

22 Agustus 2019, 10: 57: 18 WIB | editor : Perdana

Fokus Bangun 15 SMKN Jateng di Zona Merah 

SEMARANG - Program sekolah dengan sistem boarding school gratis dipastikan bertambah. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akan membangun 15 Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Jateng baru di sejumlah daerah di Jawa Tengah mulai tahun depan. 

Ganjar mengatakan, 15 SMKN Jateng baru itu akan difokuskan pada daerah-daerah zona merah. Daerah zona merah tersebut adalah daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi. “Kami masih memiliki 14 kabupaten yang masuk zona merah. Nanti akan kami prioritaskan agar mereka punya akses. Minimal di semua eks karesidenan,” kata Ganjar ditemui di ruang kerjanya, Rabu (21/8).

Selain penambahan SMKN Jateng berbasis boarding school gratis semua biaya pendidikan, seragam, buku dan lainnya, Ganjar juga sedang menjajaki kerja sama dengan Jerman. Dalam waktu dekat, dia akan mengadopsi kurikulum sekolah vokasi dari Jerman untuk diterapkan di SMKN Jateng.

“Di Jerman itu, anak mendaftar di perusahaan. Baru perusahaan menyeleksi dan menerima anak tersebut kemudian disekolahkan di sekolah vokasi. Dari lima hari mereka belajar, tiga hari di perusahaan, dua hari di sekolah. Jadi, lulusannya benar-benar expert di bidangnya,” tegasnya.

Nantinya, kurikulum Jerman itu akan diujicobakan di tiga SMKN Jateng yang sudah lebih dulu berdiri, yakni Semarang, Pati dan Purbalingga. “Ini wujud nyata kami menyesuaikan program dari pusat yakni pengembangan sumber daya manusia (SDM). Kalau Pak Jokowi bicara SDM unggul, inilah wujud realisasi program itu,” ujarnya.

Di lain sisi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng Jumeri saat dikonfirmasi mengatakan, 15 SMKN Jateng yang akan dibangun tahun depan memang akan difokuskan di daerah-daerah miskin atau yang masuk zona merah.

Pembangunan 15 SMKN Jateng tersebut akan dilaksanakan secara bertahap. Sementara, anggaran yang tersedia akan digunakan untuk pembangunan asrama.

“Kami hanya akan membangun asrama di SMKN di daerah-daerah itu (zona merah). Sementara masih memanfaatkan sekolah yang sudah ada. Lalu secara bertahap nanti SMKN tersebut akan dibuat seperti SMKN Jateng di Semarang, Pati dan Purbalingga itu,” terangnya.

Pembangunan asrama, lanjut dia akan dimulai pada tahun depan. Jika semua berjalan sesuai target, maka tahun 2021 sekolah tersebut dapat memulai pembelajaran. “Baru nanti ke depan akan ditata agar metode, kurikulum dan lainnya sama dengan SMKN Jateng yang sudah ada,” tambahnya. (lhr/bun)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia