Sabtu, 21 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Pemkot Bongkar Bangunan Makan Bahu Jalan

22 Agustus 2019, 11: 04: 09 WIB | editor : Perdana

LANGGAR PERDA: Bangunan di Jalan Teuku Umar, timur Mangkunegaran ini ditertibkan karena memakan bahu jalan.

LANGGAR PERDA: Bangunan di Jalan Teuku Umar, timur Mangkunegaran ini ditertibkan karena memakan bahu jalan. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta bersikap tegas membongkar sejumlah bangunan menjorok ke bahu jalan di kawasan Keparabon, Jalan Teuku Umar, Rabu (21/8). Penertiban ini dilakukan demi mengembalikan fungsi pedestrian bagi pejalan kaki.

Kepala Bidang PKL Dinas Perdagangan Kota Surakarta Didik Anggono mengatakan, penertiban ini dilakukan sejak Senin (19/8) hingga Kamis (22/8) ini. Pihaknya menyisir sejumlah tempat usaha yang melanggar aturan dengan melebarkan lokasi usaha hingga memakan jalur pedestrian dan badan jalan. 

“Penertiban Jalan Teuku Umar. Dari timur Mangkunegaran hingga utara Slamet Riyadi. Kalau di timur Mangkunegaran itu di tempat PKL ban karena usahanya di taman dan trotoar. Mereka mendirikan beberapa bangunan di trotoar dan badan jalan. Begitu juga di Keprabon seperti usaha warung makan dan lainnya itu,” jelas dia.

Penertiban ini sebagai tindak lanjut surat pemberitahuan yang dikirim pekan sebelumnya. Pihaknya meminta seluruh pemilik usaha patuh aturan dengan membongkar segala bentuk bangunan tambahan yang menjorok ke jalan. Pihaknya menggandeng satpol PP dalam penindakan. 

“Kami koordinasi dengan satpol PP terkait pelanggaran bangunan. Kalau bentuk usaha kami putuskan usaha harus masuk ke lahan masing-masing. Dari Satpol PP diberi toleransi boleh atap satu meter dari dinding untuk menghalau hujan, tapi tak boleh ada tiang di pedestrian,” jelas Didik.

Hari ini merupakan upaya penertiban terakhir. Selanjutnya giliran bangunan menjorok di Jalan Gajah Mada yang akan ditertibkan. “Ini pekerjaan rutin dan berkelanjutan. Pengawasan akan terus dilakukan. Intinya mengembalikan fungsi pedestrian dan jalan seperti semula. Jadi akses pejalan kaki tetap tersedia,” jelas Didik.  (ves/bun)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia