Selasa, 17 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Peta Politik Pilkada 2020 Berubah, Yuni Pindah, Dedy Pasrah

22 Agustus 2019, 11: 30: 05 WIB | editor : Perdana

LANJUT ATAU PISAH: Bupati Yuni dan Wapub Dedy saat meninjau proyek beberapa waktu lalu

LANJUT ATAU PISAH: Bupati Yuni dan Wapub Dedy saat meninjau proyek beberapa waktu lalu (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Suhu politik di Kabupaten Sragen jelang Pilkada 2020 mulai menghangat. Wakil Bupati (Wabup) Sragen Dedy Endriyatno menyerahkan keputusan politik Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang dikabarkan akan berpindah partai. Menurutnya hal itu merupakan keputusan politik pribadi yang harus dihormati.

Kabar pindahnya Mbak Yuni (sapaan akrab bupati) dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) kembali ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sudah diterima Dedy. Padahal saat Pilkada Sragen 2015 lalu, Mbak Yuni dan Mas Dedy (sapaan akrab wabup) diusung Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

”Secara fatsun politik saya tidak punya kapasitas untuk menyampaikan tanggapan. Itu hak politik yang bersangkutan. Berbeda dengan konteks berpasangan saat ini, itu hak politik personal,” ujar Dedy, kemarin (21/8).

Dia menyerahkan hak politik itu pada pribadi masing-masing. Padahal September mendatang sudah memasuki tahapan pilkada. Namun Dedy tidak terlalu merisaukan hal itu. Lantaran tokoh dan calon yang akan bertarung di pilkada mendatang, belum muncul di masyarakat. Terkait kemungkinan melanjutkan duet dengan Mbak Yuni atau berpisah, Dedy belum bisa berkomentar banyak.

”Soal itu biar waktu yang akan menjawab,” tuturnya.

Sementara itu Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Sragen Suparno menyampaikan, pada Kongres PDIP di Bali, permohonan rehabilitasi Mbak Yuni sudah melalui proses sidang oleh tim dewan kehormatan partai.

”Syarat pemutihan atau rehabilitasi memang yang bersangkutan wajib hadir di sidang. Tapi karena yang bersangkutan sedang naik haji, akhirnya kami yang hadir,” papar Suparno.

Dia menyampaikan Yuni diminta untuk membuat resume jika ingin menjadi anggota PDIP kembali. Resume itu terkait kronologi dipecat dari partai. Hingga komitmen ke depan ketika sudah diterima kembali menjadi kader PDIP. Nantinya resume itu dikirim ke DPP untuk dasar DPP mengambil keputusan.

Ketua Fraksi Gerindra Joko Supriyanto menyampaikan pihaknya tetap seiring dan sejalan dengan pemerintahan Mbak Yuni-Mas Dedy. Selama kebijakan pemkab memihak rakyat, Partai Gerindra siap mendorong dan memberi dukungan.

”Prinsipnya jika kebijakan itu memihak masyarakat dan tidak merugikan masyarakat, lantas banyak elemen masyarakat yang setuju, serta tidak bertentangan dengan aturan yang ada, kami tetap mendukung pemerintahan,” tegasnya. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia