Sabtu, 21 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Simpang Tiga Maut Dibuka, Median Jalan Dipasang Beton Cor

22 Agustus 2019, 12: 32: 53 WIB | editor : Perdana

DIPASTIKAN AMAN: Sejumlah petugas Dishub Boyolali dan Satlantas Polres Boyolali membuka water barrier di simpang tiga WIKA, Kelurahan/Kecamatan Mojosongo, kemarin.

DIPASTIKAN AMAN: Sejumlah petugas Dishub Boyolali dan Satlantas Polres Boyolali membuka water barrier di simpang tiga WIKA, Kelurahan/Kecamatan Mojosongo, kemarin. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Sempat ditutup pascakecelakaan maut, simpang tiga WIKA, Kampung Pomah, Kelurahan/Kecamatan Mojosongo kembali dibuka, kemarin (21/8). Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali dan Satlantas Polres Boyolali menyimpulkan penyebab kecelakaan karena human error. Bukan karena kondisi jalan Solo Semarang tersebut.

Sebagai catatan, laka maut menewaskan mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Irza Laila Nur TW, 21, Kamis pagi (25/7). Saat menjemput ibunya yang juga bidan Puskesmas Mojosongo untuk menemani ujian skripsi. Korban dan motornya diterjang truk kontainer nopol H 1975 BH yang dikemudikan Solchan, 38, warga Kaliwungu, Kendal di parkiran puskesmas.

Tak hanya itu, bangunan Puskesmas Mojosongo ikut rusak. Antara lain area parkir, ruang tindakan, dan musala. Demi keamanan, pengelola puskesmas memutuskan menutup pintu masuk sisi utara.

Belakangan diketahui truk tak laik jalan dan KIR mati. Sopir juga tidak punya surat izin mengemudi (SIM) dan baru sekali mengemudikan trailer. Ironisnya, saat mengemudi positif mengonsumsi sabu.

“Kecelakaan murni karena adanya kesalahan atau faktor pengemudi.  Kalau kelengkapan keamanan di simpang tiga WIKA sudah cukup. Termasuk kelengkapan lampu alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL),” terang Kepala Dishub Boyolali Untung Raharjo, kemarin.

Sementara itu, water barrier penutup akses simpang tiga WIKA mulai dibuka, kemarin. Sebelum disingkirkan, sejumlah petugas dishub dan saltantas terlebih dahulu mengosongkan air di dalamnya. 

Selanjutnya, dishub mengaktifkan kembali lampu APILL. Kendaraan dari arah timur (Solo) bisa langsung belok ke arah utara. Demikian pula kendaraan dari arah utara bisa belok ke barat menuju arah Semarang.

Untung menyebut pembukaan kembali simpang tiga WIKA sudah melalui diskusi panjang. Bersama dengan jajaran terkait. Sebagai antisipasi, beton cor dipasang di atas median jalan. Menghindari kendaraan melompati median jalan.

“Ya dipasang beton di kedua sisi. Baik sisi timur maupun barat akan ditambah pembatas beton. Masing-masing sepanjang 50 meter. Karena seringnya kendaraan saat mengalami kecelakaan melompati median jalan,” papar Untung.

Dishub mengingatkan para pengguna jalan agar senantiasa berhati-hati. Ketika melintasi kawasan tersebut. Diimbau selalu mematuhi peraturan lalu lintas. Terpenting, para sopir senantiasa mengecek kondisi kendaraannya dan kesehatan sebelum berangkat. “Semoga kecelakaan akhir bulan lalu merupakan kejadian terakhir,” harap Untung. 

Pembukaan simpang tiga WIKA disambut positif warga sekitar. “Sekarang sudah tidak ruwet lagi. Bisa langsung belok ke utara dari Solo. Tanpa memutar di bukaan jalan depan Mapolres Boyolali,” ujar Ilham Pambudi, 25, warga Kecamatan Teras, Boyolali. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia