Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Klaten

Pelantikan Anggota DPRD Klaten Periode 2019-2024

Petahana Gagal Mangkir Undangan

23 Agustus 2019, 16: 20: 59 WIB | editor : Perdana

MELOMPONG: Kursi undangan untuk anggota DPRD lama banyak yang kosong saat pelantikan, kemarin.

MELOMPONG: Kursi undangan untuk anggota DPRD lama banyak yang kosong saat pelantikan, kemarin. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Pelantikan 50 anggota DPRD Klaten hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 digelar di Gedung Paripurna DPRD setempat, kemarin (22/8), berjalan lancar. Sayangnya, tidak semua tamu undangan hadir. Terutama calon anggota dewan petahana yang gagal maju lagi.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, terdapat 28 pertahana yang terpilih lagi jadi anggota DPRD Klaten periode 2019-2024. Sedangkan 22 petahana lainnya ada yang tidak mencalonkan lagi dan gagal terpilih. Nah, mayoritas kursi undangan kosong gara-gara petahana gagal mangkir undangan. Tercatat ada belasan kursi kosong.

Anggota dewan lama yang hadir di antaranya Sri Widada dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), serta Sunarto dan Yoga Hardaya dari Partai Golkar. Hadir pula Aris Prabowo dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Muchlis Feby Anggono dari Partai Gerindra. 

Sri Widada mengaku hadir untuk mendukung jalannya proses pelantikan 50 anggota dewan yang baru. Tercatat sudah tiga periode dia menjadi wakil rakyat, terhitung sejak 2004. Dia di pemilu kemarin maju jadi calon legislatif (caleg) untuk DPRD Provinsi Jawa Tengah. Sayang, suara yang didapatkan Sri Widada belum bisa mengantarkannya jadi wakil rakyat.

“Kalau dalam pelantikan ini kan tidak memperhatikan quorum dari anggota dewan sendiri. Soalnya dalam rapat paripurna istimewa ini tidak mengambil keputusan,” jelas Sri Widada, kemarin.

Sri Widada berpesan kepada 50 anggota DPRD terpilih untuk mengemban amanah yang telah diberikan rakyat. Jangan sampai dijadikan beban. Bekerja maksimal untuk kepentingan masyarakat Klaten. “Setelah ini saya fokus ke pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak (P2TP2A). Saya juga masih jadi bagian tim teknis kabupaten layak anak (KLA). Saya curahkan seluruh pada hal itu,” bebernya.

Sementara itu, satu-satunya pimpinan DPRD periode 2014-2019 yang tidak terpilih kembali yakni Yoga Hardaya dari Golkar. Yoga usai pelantikan dan pemilihan ketua dan wakil ketua DPRD sementara, langsung menempati kursi undangan. (ren/fer

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia