Selasa, 17 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Pelaku Vandalisme Terancam Denda Rp 50 Juta

23 Agustus 2019, 14: 05: 59 WIB | editor : Perdana

BIKIN KOTOR: Pejalan kaki melewati sebuah vandalisme yang beraa di Kampung Kalitan, Penumping

BIKIN KOTOR: Pejalan kaki melewati sebuah vandalisme yang beraa di Kampung Kalitan, Penumping (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – sebuah vandalisme bertuliskan ‘Papua Merdeka’ sempat terpampang di dinding rumah warga di Jalan dr Sutomo, Kampung Kalitan RT 01 RW 01, Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan. Coretan ini ditemukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surakarta, Kamis (22/8) kemarin saat sedang mengelar Operasi Bolos Sekolah.

Pantauan di lapangan, tulisan tersebut telah ditimpa dengan cat berwarna putih. Hanya saja masih terlihat jelas bekas hurufnya. Meski samar, tulisan berbunyi "Papua Merdeka" dengan huruf kapital masih terlihat. Tembok yang dicorat-coret tersebut merupakan bagian dari salah satu distro.

Selain tembok, rupanya pelaku juga mencorat-coret pintu toko dengan gambar dan tulisan tak senonoh. Berbeda dengan vandal di tembok, kalimat dan gambar yang dibuat dengan menggunakan pilog berwarna merah tersebut masih terlihat jelas. Ada kalimat ‘Papua pernah Merdeka’ yang di bawahnya terpampang gambar Pulau Papua

”Saya tidak tahu siapa yang melakukan. Yang jelas saat saya datang untuk membuka toko jam 8 pagi tadi, ternyata sudah ada gambar dan kata tak senonoh di pintu besi toko. Sedangkan tulisan yang ditembok sudah ditutup dengan cat putih. Sebelumnya cat tembok itu berwarna abu-abu,” ujar Alim, pemilik distro.

Kasi Ketertiban dan Keamanan Satpol PP Surakarta, Agus Setyawan sudah mengecek langsung lokasi vandalisme. Dia mengatakan pelaku vandalisme di Kota Bengawan bisa dijerat pidana maksimal enam bulan kurungan atau denda Rp. 50 juta. Hal itu sesuai dengan Perda Nomor 2 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.   

Sementara itu, Polresta Surakarta juga turut menyelidiki kasus vandalisme tersebut. Pihaknya juga berharap masyarakat tidak terpengaruh dengan munculnya tulisan tersebut. ”Kami baru melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut untuk mengetahui siapa pelakunya,” ujar Kapolresta Surakarta, AKBP Andy Rifai. (atn/nik)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia