Selasa, 17 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Sragen
Awas Narkoba Jenis Baru

Mirip Tembakau Gorilla, Efek Lebih Berbahaya

23 Agustus 2019, 14: 36: 23 WIB | editor : Perdana

DICEK LABORATORIUM: Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan menunjukkan narkoba jenis baru.

DICEK LABORATORIUM: Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan menunjukkan narkoba jenis baru. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Polres Sragen mendapati temuan narkoba jenis baru yang memiliki efek dahsyat. Sayangnya jenis narkoba itu belum terdaftar di Kementerian Kesehatan terkait obat-obatan terlarang. Sehingga kepolisian tidak memiliki hak menahan tersangka yang kedapatan membawa jenis narkoba tersebut.

Dalam dua bulan terakhir jajaran Polres Sragen sudah mengungakap 11 kasus narkoba. Salah satunya narkoba jenis baru yang mirip tembakau Gorila. Barang buktinya seberat 12,31 gram. Namun, narkoba tersebut belum masuk dalam daftar di Peraturan Menteri Kesehatan RI No 20 Tahun 2018.

Setelah dilakukan uji laboratorium, ternyata efeknya sangat kuat. Bentuknya seperti daun tembakau yang sudah dikeringkan dan terbungkus plastik. Unsur kimianya 5F-PY-PICA.

”Hasil uji lab, efeknya 10 kali lebih kuat dari pada ganja,” terang Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan, kemarin (22/8).

Dijelaskan kapolres, tersangka sempat diamankan. Namun akhirnya hanya dikenai wajib lapor. Pihaknya juga melaporkan temuan itu ke Polda Jateng. Belum ada nama spesifik untuk menyebut jenis narkoba itu.

”Sementara baru kita temukan 2 orang dari luar Jawa Tengah yang akan mengirim narkoba itu,” ujarnya.

Dua orang tersebut adalah Doni Hendrawan, 22, warga Dukuh Siwalan RT 11 RW 03, Desa Blangu, Kecamatan Gesi dan Brillian Yonsu Made Al-Kautsar, 19, warga Dukuh Gesi RT 14 RW 06, Desa Gesi, Kecamatan Gesi. Mereka diamankan pada Selasa (6/8).

Kasat Narkoba Polres Sragen AKP Joko Satriyo Utomo menambahkan barang itu diduga berasal dari Bandung. Diduga sudah beredar di daerah lain.

”Masih terus kita dalam kasus ini,” jelasnya.

Selama Juli sampai Agustus, Polres Sragen mengungkap 11 kasus narkotika. Juli ada empat kasus yang diungkap. Barang bukti 3,89 gram sabu, 800 butir pil yarindo serta 50 butir tramadol.

Sedangkan Agustus sudah 6 kasus. Barang bukti 5,21 gram sabu dan 780 obat trihexpenedyl. Selain itu satu kasus narkoba diduga tembakau gorila yang ternyata jenis baru. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia