Kamis, 23 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Bosan Jual Bakso, Edarkan Obat Keras 

23 Agustus 2019, 14: 42: 21 WIB | editor : Perdana

RUSAK GENERASI: Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti menginterogasi Tombe kemarin (22/8).

RUSAK GENERASI: Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti menginterogasi Tombe kemarin (22/8). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Sudah benar mencari nafkah halal dengan berjualan baksi di Bangka Belitung, Bayu Edi alias Tombe, 25, malah tergiur mengedarkan obat keras. Akibatnya, dia ditangkap bersama komplotannya. Sebagai barang bukti diamankan ribuan obat daftar G.

Di hadapan Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti, warga Sidowayah RT 01 RW 07 Desa Ngreco, Kecamatan Weru, Sukoharjo itu mengaku baru dua bulan edarkan obat keras yang diperoleh dari kawannya.

"Saya beli satu  boks isi 100 butir seharga Rp 300 ribu. Baru dapat satu pelanggan, sudah ditangkap," terangnya di Mapolres Wonogiri, Kamis (22/8)

Selama berjualan bakso, pria penuh tato di tubuhnya ini mengantongi keuntungan sekitar Rp 1 juta per bulan. "Tidak betah merantau, pulang saja," ujar Tombe yang tidak lulus SD ini.

 Selain Tombe, pada Kamis (1/8), polisi meringkus Raynaldo Pratama, 21, warga Giritirto, Kecamatan Wonogiri Kota di warung makan kawasan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri.

“Dari tangan tersangka Ray diamankam satu plastik klip isi empat butir obat daftar G warna putih berlogo huruf Y, satu plastik klip isi delapan butir obat daftar G warna putih berlogo huruf Y, dan satu buah handphone merek Lenovo warna hitam," terang kapolres.

Ray mengaku membeli obat daftar G itu dari Intan Peggy Nurtanti, 25, warga Ngulu Wetan, Kecamatan Pracimamtoro. Dari tangan Intan, diamankan sebuah tas warna hitam, satu bungkus rokok berisi 100 butir obat daftar G berlogo huruf Y, dan satu bungkus rokok berisi dua klip, satu klipnya isi sepuluh butir dengan total 20 butir obat daftar G berlogo huruf Y.

Intan yang diciduk di Pokoh, Wonogiri Kota, berkicau bahwa obat keras tersebut diperoleh dari Tombe. Tombe pun menyusul dibekuk di Lapangan Manyaran, Kecamatan Manyaran, Kamis (1/8). Dari tangan Tombe disita enam bungkus rokok berisi 600 butir obat keras berlogo huruf Y dan satu unit sepeda motor Honda Beat.

Pengakuan Tombe menyeret Angga Eka Saputra alias Munclok, 25, warga Tegal Sari, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo yang ditangkap di rumahnya.

"Dari tangan Munclok, BB (barang bukti)-nya cukup banyak. Satu plastik berisi 1.000 butir obat keras, uang tunai Rp 450 ribu dan satu unit handphone  warna hitam," tandas Uri.

Saat diinterograsi, Munclok mengaku membeli ribuan butir obat keras dari Ari secara online. Ari pun masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Mereka akan dijerat pasal 197 subsider pasal 196 Undang-Undang Nomor 36/2009 tentang Kesehatan, yakni mengedarkan sediaan farmasi (obat) tanpa izin edar," pungkas kapolres. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia