Selasa, 17 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Pekan Depan Camat Tirtomoyo Panggil 2.411 Pemohon

Pungli Prona Dikembalikan ke Warga

23 Agustus 2019, 14: 49: 26 WIB | editor : Perdana

TUNTAS: Kasi Pidsus Kejari Wonogiri Ismu A. Suryono serahkan uang pungli Prona kepada Camat Tirtomoyo Kuswarno (kanan) untuk dikembalikan kepada warga kemarin

TUNTAS: Kasi Pidsus Kejari Wonogiri Ismu A. Suryono serahkan uang pungli Prona kepada Camat Tirtomoyo Kuswarno (kanan) untuk dikembalikan kepada warga kemarin (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Kasus pungutan liar (pungli)  proyek operasi nasional agraria (Prona) di Kecamatan Tirtomoyo yang menyeret camat setempat Joko Prihartanto dan sejumlah stafnya telah berkekuatan hukum tetap. Uang hasil pungli segera dikembalikan kepada pemohon Prona.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri Agus Irawan Yustisianto melalui Kepala Seksi Pidana Khusus Ismu Armanda Suryono mengatakan, dalam kasus tersebut, pihaknya menyelamatkan uang lebih dari Rp 361 juta.

Dalam waktu dekat, uang tersebut dikembalikan kepada pemohon Prona melalui pemerintah Kecamatan Tirtomoyo. “Kewenangan kejaksaan sudah selesai. Tapi nanti dalam pengembalian (uang) ke pemohon tetap akan kita dampingi," terang Ismu kemarin (22/8).

Ditambahkan dia, penanganan kasus korupsi dilakukan secara profesional dan proporsional, sesuai koridor perundangan yang berlaku. ”Perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa penanganan semua perkara diupayakan secara maksimal dan tuntas hingga eksekusi,” ungkapnya.

Terpisah, Camat Tirtomoyo Kuswarno mengatakan, pekan depan pihaknya memanggil para pemohon Prona yang jumlahnya mencapai 2.411 orang. "Nanti mantan-mantan kepala desa yang dulu juga kita hadirkan," ujar dia.

Pengembalian uang hasil pungli kepada masyarakat tersebut sesuai petunjuk jaksa agung muda tindak pidana khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung. "Teknisnya nanti bisa per desa kita datangkan ke kecamatan," ucapnya.

Sementara itu, selain Prona, Kejari Wonogiri juga menyelamatkan kerugian negara dari perkara korupsi pelaksanaan APBDes Tremes, Kecamatan Sidoharjo sekitar Rp 32 juta. "Untuk yang kasus korupsi Desa Tremes, uang akan diserahkan kepada pemerintah desa setempat untuk dimasukkan ke kas desa," kata Ismu. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia