Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sukoharjo
SERANGAN KERA LIAR

Perdana Terjadi di Polokarto

23 Agustus 2019, 14: 52: 54 WIB | editor : Perdana

SOSIALISASI: Kepala Resort Wilayah Surakarta BKSDA Jateng jenguk Aqila, kemarin (22/8).

SOSIALISASI: Kepala Resort Wilayah Surakarta BKSDA Jateng jenguk Aqila, kemarin (22/8). (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah mendatangi rumah Aqila Dzakira Saquena, bayi yang digigit kera liar di rumahnya Dukuh Jengglong RT 2 RW 5, Desa Jatisobo, Polokarto, Sukoharjo, Kamis (22/8). Jika masih mengganggu warga, BKSDA akan memburu kera tersebut untuk dikembalikan ke habitatnya.

"Kami masih akan selidiki faktor yang membuat kera liar itu menggigit manusia. Karena biasanya kera datang berkoloni,” terang Kepala Resort Wilayah Surakarta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah Sudadi, kemarin (22/8).

Terkait habitat kera yang menyerang Aqila, Sudadi belum bisa memastikannya. Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polsek Polokarto, dan pemerintah desa setempat guna melakukan upaya antisipasi. "Karena di sini (rumah Aqila) juga jauh dari wilayah hutan,” terangnya.

Ditambahkan dia, kasus serangan kera liar baru kali pertama terjadi di Polokarto. Dugaan sementara, kera liar datang dari alas karet yang jaraknya sekitar dua kilometer dari rumah Aqila.

“Sebelumnya di awal tahun 2018 warga pernah melihat kera di sekitar permukiman. Kalau sudah kembali ke habitatnya, tidak perlu kita buru. Kalau masih menganggu, BKSDA Jateng siap membantu. Namun, tetap kera nggak boleh dibunuh,” tegas dia. Sudadi mengimbau warga waspada terhadap potensi kera liar turun gunung di musim kemarau untuk mencari makan. 

Ayah Aqila, Sarjono, 47, menduga kera liar tersebut menganggap Aqila bayi kera. “Ada makanan di meja tapi yang didatangi anak saya. Sepertinya mau digendong, tapi nggak kuat lalu diseret dengan menggigit paha kiri," ujarnya.

Setelah mendapatkan perawatan di Puskesmas Polokarto, kondisi bayi yang baru berumur 40 hari itu membaik. Dia juga telah mendapatkan suntikan antitetanus dan vaksin antirabies (VAR).

Sementara itu, pada 15 hari sebelum masuk rumah Sarjono, kera diketahui memakan buah-buahan tanaman warga seperti nangka, pisang dan pepaya. (rgl/wa)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia