Selasa, 17 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Tari Ratoeh Jaroe Aceh Bergema di Pulau Jawa

23 Agustus 2019, 19: 56: 35 WIB | editor : Perdana

Tari Ratoeh Jaroe Aceh dipersembahkan Amigo grup dalam karnaval budaya

Tari Ratoeh Jaroe Aceh dipersembahkan Amigo grup dalam karnaval budaya

Share this      

KLATEN - Agustus sebagai bulan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) selalu diperingati oleh semua lapisan masyarakat. Bahkan, untuk menciptakan semangat cinta Tanah Air, secara rutin seluruh pemerintah selalu mengadakan event menyambut peringatan hari kemerdekaan.

Amigo  Group sebagai perusahaan Indonesia mempunyai komitmen untuk ikut membangun rasa cinta Tanah Air melalui unsur budaya. Setiap tahun Amigo Group selalu ikut dalam event Karnaval Budaya tingkat kabupaten.

Hal ini berawal dari impian seorang budayawan Klaten sekaligus Owner Amigo Group Edy Sulistyanto yang telah beberapa kali dinobatkan sebagai pemimpin yang menginspirasi, salah satunya dari bidang marketing. 

“Meski setiap tahun Amigo Group memberikan sajian pada event karnaval budaya di beberapa kota, Amigo Group selalu memberikan sajian pesona budaya daerah nusantara yang berbeda-beda di setiap penampilant,” ujar Edy.

Seperti pada karnaval Agustus ini, Amigo Group mempersembahkan sajian budaya daerah  Aceh. Dikemas demikian apik dengan tema Tari Ratoeh Jaroe Aceh Bergema di Pulau Jawa. Tema ini dipilih karena dirasa selaras dengan tema kerja Amigo Group tahun ini Digital dan Holistic Thinking. 

“Maknanya  kurang lebih mengandung semangat kebersamaan, pantang menyerah, inovasi yang terus menerus menuju sumber daya yang unggul, “ tambah CEO Amigo Group Roni Iswati.

Branch Manager Marketing Amigo Group Andry Widyanto menambahkan, lebih detail perihal sajian tarian yang dibawakan karyawan  Amigo ini terdapat lima macam nyanyian.  Rengum yaitu sebagai pembukaan atau mukaddimah dari tari Saman. Rengum ini adalah tiruan bunyi.

"Kemudian, dering yaitu rengum yang segera diikuti oleh semua penari. Redet lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan seorang penari pada bagian tengah tari. Syek yaitu lagu yang dinyanyikan seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak,” jelasnya.

Kemudian, Saur lagu yang diulang bersama seluruh penari setelah dinyanyikan penari solo. Tarian Saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik karena hanya menampilkan gerak tepuk tangan dan gerakan-gerakan lainnya, seperti gerak guncang, kirep, lingang, surang-saring (semua gerak ini bahasa Gayo).

Sementara itu,  busana khusus terbagi dari tiga bagian kepala bulung teleng atau tengkuluk dasar kain hitam empat persegi. Dua segi disulam dengan benang seperti baju, sunting kepies. Badan mengenakan baju pokok atau baju kerawang (baju dasar warna hitam, disulam benang putih, hijau dan merah, bagian pinggang disulam dengan kedawek dan kekait, baju bertangan pendek) celana dan kain sarung.

Bagian  berikutnya tangan, topeng gelang, sapu tangan. Begitu pula halnya dalam penggunaan warna, menurut tradisi mengandung nilai-nilai tertentu. Melalui warna menunjukkan identitas para pemakainya. Warna mencerminkan kekompakan, kebijaksanaan, keperkasaan, keberanian, dan keharmonisan.

“Tahun ini Amigo memilih Klaten dan Sukoharjo sebagai area untuk mempersembahkan sajian luar biasa. Karena cabang Amigo Group di Sukoharjo baru saja selesai dibangun kembali dengan konsep yang jauh berbeda dengan toko lama.  Pembangunan Amigo Sukoharjo bisa memenuhi kebutuhan busana dan sepatu untuk masyarakat Sukoharjo sekitarnya,” jelas Andry Widyanto. (ren/oh/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia