Selasa, 17 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Vandalisme “Papua Merdeka” di Solo, Polisi: Pelaku Bukan Orang Papua

23 Agustus 2019, 20: 05: 03 WIB | editor : Perdana

Bekas vandalismen Papua Merdeka di tembok di Solo telah ditutup cat putih

Bekas vandalismen Papua Merdeka di tembok di Solo telah ditutup cat putih (DAMIANUS BRAM/RADARSOLO)

Share this      

SOLO - Polresta Surakarta angkat bicara soal vandalisme "Papua Merdeka" yang muncul di sejumlah titik di Kota Bengawan beberapa waktu ini. Polisi menduga vandalisme itu tidak dilakukan orang Papua yang tinggal di Solo. Melainkan bentuk provokatif dari oknum tidak bertanggung jawab. 

Kapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai meminta masyarakat Kota Solo tidak mudah terprovokasi dengan vandalisme tersebut. Pihaknya mengimbau masyarakat tetap tenang dan kooperatif untuk melaporkan kejadian serupa di sekeliling lingkungan mereka.

”Ada tiga titik vandalisme yang masuk ke kami. Kami harap warga bisa pro-aktif dengan hal-hal semacam ini,” kata Andy di Mapolresta Surakarta, Jumat (23/8).

Untuk mencari titik terang, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan komunitas dan tokoh-tokoh masyarakat Papua di Kota Bengawan. Hasilnya, mereka memastikan bahwa tindakan vandal tersebut bukan dilakukan oleh orang Papua yang tinggal di Solo. 

”Kami sudah berkoordinasi dengan teman-teman dari Papua. Mereka juga merasa tidak nyaman dengan adanya kejadian tersebut dan memastikan hal itu bukan mereka. Maka dari itu, masyarakat harus bijak melihat isu ini. Apakah ini hanya provokatif atau benar seperti yang terjadi,” tegas kapolresta. (ves/ria)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia