Selasa, 17 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Features

Keisya Diandra Prabowo, Peraih Medali Emas OSN Asal Sragen

24 Agustus 2019, 10: 33: 41 WIB | editor : Perdana

Keisya Diandra Prabowo di SDIT Az-Zahra Sragen

Keisya Diandra Prabowo di SDIT Az-Zahra Sragen (ahmad khairudin)

Share this      

Bakat dan kecerdasan yang dimiliki Keisya Diandra Prabowo membuat bangga warga Sragen. Kecintaannya pada pelajaran IPA membawanya juara Olimpiade Sains Nasional (OSN) di Jogjakarta. Dia berpeluang jadi wakil Indonesia pada ajang Mathematics and Science Olympiad (IMSO) di Vietnam tahun ini.

AHMAD KHAIRUDIN, Sragen, Radar Solo 

JAWA Pos Radar Solo sempat mewawancarai Keisya Diandra Prabowo di sekolahnya SDIT Az-Zahra Sragen, kemarin pagi (22/8). Pembawaannya santai. Mengenakan pakaian pramuka lengkap, Keisya ditemani gurunya berbincang terkait persiapan menuju IMSO 2019 di Vietnam.

Sebagai catatan, Keisya harus bersaing dengan 29 pelajar terbaik lainnya se-Indonesia. Sebab, kuota untuk Indonesia di IMSO 2019 di Vietnam hanya 12 pelajar saja. Ajang ini berlangsung pada 26 November hingga 1 Desember mendatang.

”Kami masih menunggu hasil seleksi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Kami dampingi Keisya dengan melatih soal-soal IPA dengan Bahasa Inggris,” papar guru pembimbing SDIT Az-Zahra Sragen Mutia Iska Sari.

Dari Jawa Tengah, Keisya tidak sendiri. Total ada tiga pelajar lain asal Jateng yang bersaing merebut 12 tiket menuju Vietnam. Yakni Lexandros Hastungkara Parera, siswa kelas 5 SD PL Bernadus 2 Semarang untuk kategori IPA dan Matthew Hutama Pramana dari SD Marsudirini Semarang untuk kategori Matematika.

Melihat rekam jejaknya, Keisya dinilai layak mewakili Indonesia di panggung internasional. Siswa kelas V ini sudah meraih beragam penghargaan. Seperti juara 1 Olimpiade Sains Sekolah Islam Terpadu (OSSIT) kategori IPA Tingkat Provinsi Jateng, juara 2 OSN Tingkat Provinsi Jateng, dan medali emas OSN.

Dalam keseharian, tidak ada yang spesial dari bocah 12 tahun ini. Dia hanya belajar sekitar satu jam saja tiap hari. Tidak lebih. Dilakukan usai salat Maghrib hingga menjelang Isya.

”Saya tidak pernah mengikuti les tambahan dari lembaga bimbingan belajar. Bismillah saja. Kalau belajar ya normal saja,” ucap putri tunggal pasangan Wahyu Dwi Prabowo-Adini tersebut.

Di tengah belajar, Keisya tak ragu bertanya kepada ibundanya Adini yang berprofesi bidan di sebuah puskesmas di Sragen. Terutama pelajaran yang kurang dikuasainya seperti IPS. ”Kalau IPS sulit. Banyak mengingat tanggal. Kalau Bahasa Indonesia jawabanya biasanya hampir mirip-mirip” jawabnya polos.

Menghadapi IMSO 2019, Keisya memperdalam Bahasa Inggris. Jika berhasil lolos, soal-soal yang akan dihadapinya memakai Bahasa Inggris. Tak hanya di rumah, dia juga menggembleng kemampuan Bahasa Inggris di sekolah. Berupa soal-soal yang diajukan guru pembimbingnya.

Sementar itu, di luar akademik, kebiasaan Keisya sama seperti gadis yang beranjak dewasa pada umumnya. Dia mengaku hobi menyanyi dan penyuka musik K-Pop. Bahkan dia hafal dan bisa menyanyikan beberapa tembang asal Korea. ”Hobi saya nyany. Suka musik Korea. Kalau drama Korea malah kurang suka,” kelakarnya. (*/bun)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia