Selasa, 17 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Olahraga

Honda DBL Central Java Series 2019-South Region

Tugas Berat Wakil South Region Menanti

24 Agustus 2019, 10: 43: 30 WIB | editor : Perdana

Suasana Opening Party Honda DBL di Sritex Arena, kemarin.

Suasana Opening Party Honda DBL di Sritex Arena, kemarin. (DAMIANUS BRAM/RADARSOLO)

Share this      

SOLO - Opening party Honda Developmental Basketball League (DBL) Central Java Series 2019-South Region sukses menghentak Sritex Arena, kemarin. Seluruh tribun penonton penuh sesak dipadati para suporter. 

Head of Basketball Operations DBL Indonesia, Fadjar Agung mengklaim Kota Bengawan sangat berpotensi mencetak pemain basket pelajar. Terbukti dengan terus bertambahnya jumlah peserta Honda DBL dari tahun ke tahun. Grafik animo penonton pun semakin meningkat. Tidak ada alasan untuk tidak menghelat Honda DBL di Kota Solo.

”Di Solo kekuatan juara selalu berganti tiap tahun. Ini menunjukkan bahwa banyak sekolah yang kuat. Tiap musim, masing-masing sekolah berjuang untuk merebut gelar champion. Ini yang bikin seru,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.

Musim ini, south region tidak lagi menggelar final party. Pertandingan puncak langsung dihelat terpusat di Kota Semarang (DBL Centra Java-North Region). Big four south region bakal dipertemukan dengan big four north region. Fadjar menyebut atmosfer final party musim ini bakal makin sengit.

”Kemampuan basket dari masing-masing region terus berkembang. Animonya juga tumbuh. Ketika kekuatan mereka dipertemukan, bisa dibayangkan kehebohan apa yang bakal terjadi dalam laga penutup nanti,” ungkapnya.

Tak hanya kompetisi basket, kini DBL Indonesia melebarkan sayapnya dengan membuat platform DBL Play. Platform ini berisi segala hal tentang basket. Mulai dari live streaming, data statistik, sampai tutorial belajar basket. Harapannya, seluruh kalangan dapat menikmati dan mengakses informasi tentang basket dengan mudah. Dari Sabang sampai Merauke.

”Kami selalu berinovasi. Kami tidak ingin pecinta basket di Indonesia jenuh dengan kegiatan yang itu-itu saja. Melalui DBL Play, kini semua orang bisa mengakses tentang basket kapanpun dan di manapun,” tandasnya. 

Salah satu laga yang jadi pusat sorotan,  tenru saja laga antara mntan jawara DBL, yakni SMAN 3 Surakarta (2010) melawan jawara musim lalu,  SMA Warga Surakarta (Smarga).   

Suporter SMA Warga (Brada Smarga)  dan Smagaholic (fans SMAN 3) ikut menyemut, dan melontarkn semua suara di dalam mulut melalui chant-chant yang sudah mereka siapkan untuk memotivasi tim kebanggaannya. 

Aroma persaingan antara SMAN 3 Surakarta kontra SMA Warga sudah terasa sejak awal pertandingan. Dalam laga ini,  SMA Warga berhasil menjadi pemenang,  usai unggul 69-25, atas Smaga.

”Hasil ini memang sudah sesuai target. Tapi masih banyak yang harus dibenahi anak-anak. Terutama fokus dan konsentrasi. Banyak offense yang menjadi chance poin, tapi tidak jadi. Itu PR kami,” kata Pelatih Smarga Wempy Wiyanto.

Pertandingan selanjutnya, Wempy dan timnya akan menghadapi pemenang antara SMA Kalam Kudus atau SMA Pradita Dirgantara. Menurutnya, kedua calon lawan ini memiliki karakter tersendiri.

”Kami akan lihat dulu permainan calon lawan seperti apa. Kami juga terus berbenah dan melakukan beberapa koreksi di sana-sini. Tujuan kami bisa memenangkan kompetisi ini,” koarnya.

Smarga mungkin gagal meloloskan diri ke babak selanjutnya. Tapi sepanjang pertandingan, Smagaholic dan Threeller juaranya. Mereka berhasil mencuri perhatian seluruh penonton dengan aksi-aksinya. Smagaholic dengan riuhnya koreo dan nyanyian chant lengkap maskot lucunya, Lulung The Kalong. Sementara Threeller, tim dance SMAN 3 Surakarta sukses menyajikan performance ala Mulan The Warrior Princess. (aya/nik)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia