Sabtu, 21 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Hari Pertama Kerja Anggota Dewan, Kantor DPRD Sepi

24 Agustus 2019, 10: 58: 24 WIB | editor : Perdana

Suasana ruangan komisi DPRD Kabupaten Klaten yang masih tampak sepi, kemarin (23/8).

Suasana ruangan komisi DPRD Kabupaten Klaten yang masih tampak sepi, kemarin (23/8). (angga purenda)

Share this      

KLATEN – Hari pertama masuk kerja pascapelantikan, Kantor DPRD Klaten terlihat sepi, kemarin (23/8). Belum ada agenda anggota dewan baru. Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Klaten Pratiwi DK membenarkan hal tersebut.

Menurut Pratiwi, sekretaris dewan (sekwan) masih fokus menyelesaikan seluruh proses administrasi dari para anggota DPRD baru. “Jadi memang hari ini (kemarin) ada beberapa anggota dewan baru yang datang untuk tanda tangan, bagian dari penyelesaian administrasi. Termasuk menyerahkan biodata kepada kami. Begitu juga mengisi formulir BPJS Kesehatan. Karena bulan depan sudah mulai aktif,” jelas Pratiwi.

Ada beberapa anggota dewan baru yang datang ke Kantor DPRD Klaten. Mereka melihat ruangan komisi maupun fraksi yang nantinya digunakan ngantor. Namun, Pratiwi tidak mengetahui jumlah anggota dewan yang datang kemarin.

Diperkirakan, anggota dewan ngantor Senin (26/8) pekan depan. Mengingat ada agenda rapat pimpinan sementara DPRD Klaten. “Kalau sesuai tata tertib pelaksanaan, rapat pimpinan sementara akan dimulai pukul 09.00. Jadi pekan depan baru ada kegiatan,” terang Pratiwi.

Salah seorang anggota dewan baru Widodo dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengaku siap mengemban tugas diamanahkan rakyat. “Selama ini saya menjadi dewan pembina di Persaudaraan Petani Indonesia (Perpatin). Menaungi 122 kelompok petani di Klaten. Programnya sudah berjalan,” papar Widodo yang sebelumnya menjabat tenaga ahli DPR RI.

Muh. Nurcholis Majid dari Partai Amanat Nasional (PAN) kembali terpilih menjadi anggota legislatif. Dia bertekad memperbaiki bidang pendidikan. Karena perhatian terhadap sejumlah sekolah negeri maupun swasta masih kurang.

“Saya harapkan ke depannya ada bantuan dari pemerintah daerah terhadap sekolah-sekolah yang ada di Klaten. Apalagi dalam operasionalnya, selama ini hanya mengandalkan bantuan operasional sekolah (BOS) saja,” bebernya. (ren/fer) 

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia