Selasa, 17 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Puncak Kemarau Boyolali, Per Hari Droping 40 Tangki Air

24 Agustus 2019, 11: 01: 50 WIB | editor : Perdana

Warga antre mendapatkan bantuan air bersih dari BPBD Boyolali di Desa Sambeng

Warga antre mendapatkan bantuan air bersih dari BPBD Boyolali di Desa Sambeng (tri widodo)

Share this      

BOYOLALI – Puncak kekeringan terjadi di Kabupaten Boyolali. Mengatasi meluasnya dampak kekeringan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali melakukan droping air bersih. Per hari, disediakan bantuan 40 tangki air bersih.

Ketua Tim Reaksi Cepat (TRC) Kurniawan Fajar Prasetyo mewakili Kepala Pelaksana Harian BPBD Boyolali Bambang Sinungharjo menjelaskan, bantuan diberikan hingga datangnya musim hujan. Menyasar warga yang tinggal di wilayah kekeringan. 

“Untuk sementara, kuota distribusi air bersih sebanyak 628 tangki. Jumlah itu masih ditambah bantuan dari pihak ketiga sebanyak 300 tangki,” terang Kurniawan, kemarin (23/8).

Distribusi air bersih, BPBD menyiagakan tiga armada truk tangki. Ketiga truk tangki ini fokus mengirimkan bantuan air bersih kepada enam wilayah di Boyolali bagian utara. Sedangkan Kecamatan Musuk dan Tamansari jadi tanggung jawab bagian kesejahteraan rakyat (kesra).

Droping air bersih dimulai, seiring pemberlakukan tanggap darurat kekeringan. Terhitung sejak 1 Juli hingga 30 September mendatang. Menyasar delapan kecamatan yang dilanda kekeringan. Yakni Kecamatan Wonosegoro, Juwangi, Karanggede, Kemusu, Wonosegoro, Wonosamodro, Musuk, dan Tamansari.

“Total bantuan menyasar 42 desa. Karena tidak semua desa di kecamatan tersebut masuk wilayah kekurangan air bersih. Kami optimistis bantuan air ini mencukupi. Sesuai estimasi dan ketersediaan bantuan. Setiap desa bakal mendapatkan bantuan air bersih sebanyak 30-35 tangki,” paparnya.

BPBD juga prihatin kondisi sebagian warga di Kecamatan Juwangi yang terpaksa menggali lubang di dasar sungai untuk mendapatkan air. Sesampai di rumah, air itu masih harus diendapkan dulu agar kotorannya hilang. “Kami juga memberikan bantuan terpal untuk wadah air darurat. Jadi air langsung dimasukkan ke tandon darurat tersebut. Warga tinggal mengambil dengan ember,” urainya. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia