Selasa, 17 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Pindah Partai Jelang Pilkada 2020, Yuni Tunggu Pengesahan dari PDIP

24 Agustus 2019, 18: 05: 36 WIB | editor : Perdana

Kusdinar Untung Yuni

Kusdinar Untung Yuni (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menunggu kepastian PDIP yang sedang memproses rehabilitasi keanggotaanya. Di sisi lain, bupati yang akrab disapa Mbak Yuni itu menyampaikan perpisahan ke Partai Gerindra.

Yuni yang sebelumnya merupakan Kader PDIP, sempat berganti seragam partai pada saat Pilkada 2015 lalu. Dia mengaku belum menerima jawaban dari PDIP terkait rencana tersebut.

”Saya belum diberikan hasil itu, karena jawaban DPP belum kita terima. Ketua DPC PDIP Sragen yang berangkat ke tanah suci bareng saya juga belum cerita apa-apa,” terang Yuni kemarin (23/8).

Putri mantan Bupati Untung Wiyono ini membenarkan jika DPC PDIP Sragen mengajukan rehabilitasi namanya ke partai. Namun Yuni belum mengetahui syarat rehabilitasi yang mengharuskan dia menyampaikan resum tertulis kronologi keluar dari PDIP pada 2015 silam.

”Ini kan belum pasti 100 persen. Politik itu cair dan dinamis. Apa yang kita lakukan ini usaha untuk menuju persiapan Pilkada 2020. Hasilnya kita nunggu besok seperti apa,” tegasnya.

Di sisi lain Yuni mengaku sudah mengajukan pengunduran diri dari Gerindra. Tepatnya sebelum berangkat ke tanah suci. Padahal sebelumnya dia didaulat sebagai ketua Dewan Pembina DPC Gerindra Sragen. Yuni akhirnya mengambil sikap politik berbeda saat Pilpres 2019 April lalu.

”Saya kemarin mengambil sikap karena dalam sebuah organisasi ada kewajiban. Ada yang namanya kepatuhan yang harus dipatuhi oleh setiap kader. Pada saat Pilpres 2019 saya mengambil sikap yang berbeda dan tentu saja saya tidak bisa mengharapkan untuk Gerinda menolerir atau memberikan maaf untuk saya,” tuturnya.

Mantan Ketua DPRD Sragen 2009-2011 ini mengakui dalam perjalanan karir politiknya banyak belajar dari PDIP maupun di Gerindra.

”Saya berterimakasih kepada PDIP dan Gerindra yang telah membentuk karakter saya sebagai seorang pemimpin di Sragen. Semua partai punya visi misi yang baik untuk Indonesia. Tinggal kita menentukan sikap saja. Ini pilihan yang harus saya ambil. Cepat lambat saya harus bersikap, tidak bisa situasi yang mengambang,” terang Yuni. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia