Selasa, 17 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Muncul Anggaran Tak Terduga, Proyek Underpass Transito Batal

25 Agustus 2019, 07: 15: 59 WIB | editor : Perdana

TINGGAL PUING: Bekas hunian liar di kawasan Transito telah dibersihkan untuk kepentingan bangun underpass. 

TINGGAL PUING: Bekas hunian liar di kawasan Transito telah dibersihkan untuk kepentingan bangun underpass.  (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pemkot sudah melakukan banyak hal agar pembangunan Underpass Transito di Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan terwujud tahun ini. Mulai dari penataan hunian liar hingga pembuatan desain bangunan. Sayang, proyek tersebut malah batal.

Membengkaknya kebutuhan anggaran menjadi sebabnya. Muncul anggaran tambahan tidak terduga atas proyek tersebut yang diketahui dari hasil koordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) baru-baru ini.

"Ternyata kami harus membuat konstruksi tiang penyangga rel kereta api. Spesifikasi tiang penyangga itu harus sesuai ketentuan dan tahan hingga puluhan tahun," kata Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Surakarta Nur Basuki, Sabtu (24/8). 

Tantangan lainnya, pemkot juga harus memindahkan pipa transmisi air bersih milik Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Surakarta. Pipa itu berada tepat di titik pembangunan underpass, dan baru diketahui saat survei lapangan bersama Kemenhub. 

Masih ditambah kewajiban membangun jalur pedestrian, pelebaran jalan, membangun jembatan kecil saluran irigasi, memasang pompa, rambu, dan fasilitas penerangan. 

"Anggaran ideal pembangunan underpass bisa berkisar Rp 5 miliar. Padahal ketersediaan dana untuk membangun hanya sekitar Rp 750 juta. Ya sudah, mau tidak mau semuanya kami masukkan dalam usulan anggaran tahun depan," terang Basuki.

Sekadar informasi, selain difungsikan sebagai penghubung Jalan Transito, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Solo dengan Jalan Kunir, Kabupaten Sukoharjo yang selama ini terpisah oleh rel kereta api, Underpass Transito merupakan usaha pemkot membuat jalur alternatif kendaraan saat pendirian jalan Overpass Purwosari oleh pemerintah pusat sehingga dapat mengurangi potensi kemacetan.

"Ya sudah kalau batal dibangun. Nanti anggarannya kembali ke pos Silpa (sisa lebih penggunaan anggaran). Kalau tidak ya untuk kebutuhan lainnya, dan pembangunan underpass akan dianggarkan lagi tahun depan," terang Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo. Dia berjanji membahas kembali rencana pembangunan underpass itu bersama instansi terkait dalam waktu dekat.

Lalu bagaimana dengan nasib Overpass Purwosari? Rupanya proyek tersebut lebih beruntung. Itu terlihat dari pemindahan jaringan pipa transmisi air bersih milik PDAM Surakarta terdampak proyek yang akan dimulai bulan depan. Saat ini, tender pemindahan jaringan pipa PDAM Surakarta telah memasuki tahap akhir.

Berdasarkan pantauan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Surakarta menunjukkan proses lelang sedang memasuki masa sanggah. Pemenang lelang ditargetkan bisa menandatangani kontrak kerja paling lambat 6 September. Diperkirakan pengerjaan proyek mulai pertengahan September.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Arif Nurhadi menjelaskan, jaringan pipa PDAM Surakarta akan dipindahkan ke sisi selatan lokasi semula. Adapun titik eksisting pipa peninggalan Belanda itu berada di tengah ruas Jalan Slamet Riyadi.

Pemindahan jaringan pipa diperlukan lantaran fondasi pilar Overpass Purwosari didesain tepat berada di titik pipa saat ini.

"Panjang pipa jaringan yang dipindah kurang lebih 600 meter. Kami menyesuaikan pemindahan pipa ini dengan desain jalan layang," terang Arif. 

Direktur Teknik PDAM Tri Atmojo mengatakan, pipa saluran air bersih akan digeser dengan membuat jaringan pipa tambahan guna menyambungkan pipa utama ke pipa milik pelanggan. Dia mengklaim, pemindahan pipa itu hanya berdampak terhadap puluhan pelanggan PDAM. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia