Selasa, 17 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Features

Wisuda Almarhumah Irza Laila yang Digantikan Kedua Orang Tuanya

25 Agustus 2019, 10: 15: 59 WIB | editor : Perdana

TABAH: Rektor UNS Jamal Wiwoho menunjukkan skripsi yang telah disusun oleh Irza kemarin (24/8). Foto kanan, Yani dan Rokhman tunjukkan ijazah buah hatinya.

TABAH: Rektor UNS Jamal Wiwoho menunjukkan skripsi yang telah disusun oleh Irza kemarin (24/8). Foto kanan, Yani dan Rokhman tunjukkan ijazah buah hatinya. (DOK.UNS-A. CHRISTIAN/RADAR SOLO)

Share this      

Prosesi Wisuda di kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) kemarin (24/8) mungkin menjadi yang paling mengharukan. Pasangan suami istri Nur Rokhman dan Dwi Yani Merbawaningrum menggantikan anaknya diwisuda. Ya, Irza Laila Nur Trisnha Winandi, sang buah hati meninggal dunia karena tertabrak truk trailer jelang sidang skripsi.

A. Christian, Solo, Radar Solo.

SUASANA upacara wisuda yang khidmat seketika berubah haru ketika nama Irza, mahasiswi program studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK) Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS 2015 itu dipanggil untuk naik podium.

Rokhman yang mengenakan setelan jas warna hitam segera bangkit dari tempat duduknya didampingi Yani yang berbusana kebaya warna cream serta hijab senada.

Langkah mereka menuju podium diiringi lagu Gugur Bunga yang dinyanyikan kelompok paduan suara UNS. Sontak para wisudawan, wisudawati, serta para orang tua dan pendamping larut dalam kesedihan. Beberapa dari mereka tak kuasa menahan air mata menetes ke pipi.

Tisu dalam genggaman tangan Yani pun tampak lusuh. Sejak awal mengikuti prosesi wisuda, dia kerap menyeka air matanya. Hingga akhirnya tangisnya pecah saat Rektor UNS Jamal Wiwoho memberikan ijazah kepada suaminya berlanjut memasangkan selempang bertuliskan cumlaude di pundak Yani.

Tepuk tangan seisi gedung tempat wisuda bergemuruh. Tapi hal itu tak bisa membendung air mata pasutri ini hingga kembali duduk ke tempat semula. Yani lagi-lagi menyeka air mata saat melihat satu per satu wisudawan dan wisudawati naik ke podium. 

“Banyak sedihnya, banyak pula bangganya. Sebelum tragedi kemarin, kami sudah membayangkan anak kami diwisuda. Melihat dia dari kursi berjalan ke podium. Memakai toga naik ke podium dan menerima ijazahnya. Tapi kenyataanya sekarang kami yang menerima ijazah dan selempang karena Mbak Irza sudah tidak ada,” terang Rokhman terbata-bata ditemui usai prosesi wisuda.

Terkadang keluarga Rokhman masih tidak percaya dengan yang dialami sulung dua bersaudara itu. Banyak rencana yang akan dilakukan Irza setelah mendapat gelar sarjana. Di antaranya berlibur ke Dieng.

“Sempat bilang sebelum sidang (skripsi), nanti setelah wisuda mau ke Dieng, liburan bersama keluarga. Istilahnya syukuran. Waktu itu saya bilang menabung dulu buat jalan-jalan bersama. Anaknya memang suka liburan di tempat-tempat yang pemandangannya indah,” urainya.

Sebagai ibu, tentu saja Yani menjadi tempat curahan hati Irza. Di antaranya, putrinya itu pernah bercerita setelah lulus kuliah akan mencari pekerjaan di Bali, serta Oktober mendatang mengikuti konferensi nasional.

“Yang saya ingat betul November dia memiliki rencana menyumbangkan rambutnya ke Yayasan Kanker. Tapi saya baru ingat setelah dimakamkan, jadi sudah terlambat,” terang dia.

Rokhman dan Yani tak lupa mengucapkan terima kasih kepada pihak rektorat UNS karena meskipun almarhum Irza belum sempat melaksanakan ujian skripsi, namun tetap diwisuda. “Semoga wisuda ini bermanfaat. Terima kasih sudah menghargai anak kami, meski sudah tidak ada,” ucapnya.

Pertimbangan rektorat UNS tetap mewisuda Irza karena semua urusan teori perkuliahan telah selesai. “Bahan skripsinya sudah diberikan ke pengujinya. Sehingga wisuda ini kita berikan secara khusus, karena bagi saya ini merupakan ibadahnya yang terakhir,” jelas Rektor UNS Jamal Wiwoho. 

Peristiwa nahas yang menewaskan Irza terjadi Kamis (25/7). Pagi itu sekitar pukul 07.40, sebuah truk kontainer menggasak Puskesmas Mojosongo, Boyolali.

Awalnya truk kontainer yang disopiri  Solchan, 38, warga Kaliwungu, Kendal itu melaju dari arah Semarang menuju Solo. Sampai di lokasi kejadian, truk bernomor polisi H 1975 BH mengalami rem blong. 

Sopir sempat panik karena jarak beberapa meter di depannya ada banyak kendaraan berhenti karena traffic light menyala merah. Sopir truk banting stir ke kanan dan menabrak media jalan. Truk meloncati median jalan lalu masuk ke area Puskesmas Mojosongo di sisi selatan jalan. Truk sempat menggasak sebagian bangunan musala puskesmas. 

Irza yang pagi itu menjemput ibunya tidak sempat lari ketika truk datang. Dia terjatuh dan terlindas truk. (*/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia