Selasa, 17 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Pesan Jaga Persatuan lewat Ketoprak 

25 Agustus 2019, 11: 49: 54 WIB | editor : Perdana

MENGHAYATI: Gubernur Ganjar Pranowo memerankan tokoh Raden Mas Said dalam pementasan ketoprak yang dimainkan para pejabat tadi malam.

MENGHAYATI: Gubernur Ganjar Pranowo memerankan tokoh Raden Mas Said dalam pementasan ketoprak yang dimainkan para pejabat tadi malam.

Share this      

WONOGIRI – Kolaborasi Gubernur Ganjar Pranowo, Marwoto, Yati Pesek, dan pejabat lainnya yang dikemas dalam pentas seni ketoprak Pesta Rakyat Jawa Tengah 2019 memberikan suguhan segar tadi malam.

Mereka yang sehari-hari lebih banyak serius dalam melayani masyarakat, ternyata masih memiliki selera humor tingkat tinggi. Ketoprak eksekutif dengan lakon Laskar Bumi Nglaroh tersebut dimulai sekitar pukul 19.00 di halaman pendapa kantor bupati Wonogiri. Kisah yang diangkat yakni perjuangan Raden Mas Said di Jawa Tengah. 

Gubernur Ganjar didaulat sebagai Raden Mas Said, sedangkan Bupati Wonogiri Joko Sutopo  memerankan Gubernur Jenderal Nikolas. Tidak ketinggalan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng Sri Puryono memerankan tokoh Mangkubumi, Komandan Kodim 0728/Wonogiri Letkol M. Heri Amrullah dan ketua sementara DPRD Wonogiri Setyo Sukarno berperan sebagai kapten kompeni.

Pentas ketoprak disajikan dengan lebih banyak humor dengan pesan-pesan pembangunan di Jawa Tengah. Pengeras suara pun bisa jadi bahan improvisasi peran.

"Meniko ngagem meniko mawon paman, rakyate mboten krungu (Ini pakai pengeras suara ini saja paman, rakyatnya tidak mendengar)," kata Raden Mas Said kepada Mangkubumi disambut gelak tawa penonton.

Hadirnya Marwoto dan Yati Pesek menambah suasana malam lebih gayeng. Apalagi, ketika Marwoto mengaku dirinya sebagai Gubernur Jawa Tengah. “Lho, ora kenal aku (tidak kenal saya)? Gubernur Jawa Tengah iki," kata Marwoto di hadapan Raden Mas Said.

Dalm dialognya, pemain ketoprak eksekutif banyak menyisipkan pesan positif. Seperti diimbau untuk bijak bermedia sosial, tidak menyebar hoax dan ujaran kebencian yang dapat memecah belah bangsa.

Selain pemain ketoprak yang istimewa, penabuh gamelan tidak kalah luar biasa. Mereka adalah pelajar SMPN 5 Wonogiri yang sudah malang melintang mengiringi pertunjukan wayang muapun ketoprak.

Sementara itu, pada hari kedua Pesta Rakyat Jawa Tengah 2019 tadi malam ditutup dengan penampulan grup band Coklat. Untuk hari ini yang merupakan pamungkas event akbar tersebut bakal menampilkan kesenian dan budaya dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Sekda Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono memastikan, hari terakhir Pesta Rakyat Jawa Tengah 2019 tidak kalah meriah dibandingkan hari-hari sebelumnya. "Minggu pagi akan dibuka dengan fun bike. Gubernur, bupati Wonogiri dan pejabat lain akan berbaur bersama masyarakat bersepeda keliling kota Wonogiri, melalui Waduk Gajah Mungkur," ucapnya.

Berlanjut di GOR Giri Mandala digelar lomba permainan tradisional seperti gobak sodor, bakiak, balap karung, tatah sungging, dan sebagainya. Penyandang disabilitas juga dilibatkan dalam ajang karya difabel.

Tidak kalah serunya bakal tampai Marching Band Sebelas Maret Surakarta, serta penampil asing dari Ceko, Hungaria, Iran, Amerika, Laos dan Madagaskar. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia