Senin, 16 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Penghuni Pasar Darurat Dipetakan, Zonasi Sesuai Jenis Dagangan

25 Agustus 2019, 11: 56: 10 WIB | editor : Perdana

DIFASILITASI: Jumlah pasar darurat untuk pedagang Pasar Legi akan ditambah. Di antaranya menggunakan lahan kosong milik warga di sekitar Monjari. 

DIFASILITASI: Jumlah pasar darurat untuk pedagang Pasar Legi akan ditambah. Di antaranya menggunakan lahan kosong milik warga di sekitar Monjari.  (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pemkot mulai memetakan penempatan pedagang Pasar Legi di pasar darurat. Ini mengingat pasar sementara tersebut segera dibangun.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surakarta Heru Sunardi mengaku telah menyelesaikan denah termasuk zonasi bagi sekitar 700 pedagang Pasar Legi. Mereka akan disebar di halaman dinas pendidikan, Pasar Elpabes, bekas tempat pembungan sementara (TPS) Banjarsari, lahan kosong milik warga, dan di sepanjang jalan sekitar Monumen 45 Banjarsari (Monjari).

"Di sekitar Monjari tidak dipakai semua karena pak wali menghendaki jalan itu masih bisa digunakan untuk lalu lintas warga. Denahnya sudah ada, nanti tinggal mematangkan pola lalu lintas dan zonasi bahan dagangan saja," jelasnya, Sabtu (24/8).

Menurut Heru, pemilik lahan privat juga telah memberikan izin untuk pendirian pasar darurat. Di antaranya di lahan seluas 1.100 meter persegi di barat Lava Kafe, Stabelan, Banjarsari. 

Pembangunan pasar darurat menelan anggaran sekitar Rp 1,8 Miliar dari APBD Perubahan 2019 Kota Solo. Disdag optimistis proyek rampung September mendatang, sehingga pada awal Desember sudah bisa dimanfaatkan pedagang.

"Lelang pengerjaan pasar darurat sudah mulai. Kalau untuk pembangunan fisik Pasar Legi masih menunggu proses lelang. Dananya dari APBN 2020 Kementerian PUPR senilai Rp 150 miliar," terang Heru.

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo menyakini pembangunan pasar darurat bisa dilakukan tepat waktu. “Masyarakat tak lerlu khawatir soal kepadatan di pasar darurat karena kami juga sudah pinjam lahan kosong milik warga yang bisa dimaksimalkan penataannya,” pungkasnya. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia