Selasa, 17 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Minat Kunjungi GWO Terus Digairahkan 

25 Agustus 2019, 12: 00: 09 WIB | editor : Perdana

JAMASAN: Perawatan peralatan di Gedung Wayang Orang rutin dilakukan.

JAMASAN: Perawatan peralatan di Gedung Wayang Orang rutin dilakukan. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Tingkat kunjungan wisatawan di gedung wayang orang (GWO) diupayakan tidak terlalu berpengaruh oleh penataan Taman Sriwedari. Di antaranya dengan lebih sering menggelar event di gedung bersejarah tersebut. 

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Surakarta Kinkin Sultanul Hakim tak menampik sempat terjadi penurunan pengunjung meskipun jumlah tak terlalu signifikan. Penyebabnya, terbatasnya lahan parkir yang representatif. 

"Memang kapasitas ruang parkir berkurang. Tapi saya rasa minat masyarakat (datang ke GWO) masih tinggi. Terbukti saat acara festival (wayang bocah)," ujarnya, Sabtu (24/8).

Upaya menggairahkan kunjungan ke GWO, lanjut Kinkin, tidak boleh luntur. Apalagi di Kota Bengawan terdapat 47 sanggar kesenian yang separonya dikhususkan untuk anak-anak. Puluhan sanggar tersebut bisa dilibatkan. “Upaya memaksimalkan dan peremajaan terus dilakukan. Seperti dari segi suguhan seninya yang inovatif. Di GWO ada 71 pemain, 50 orang di antaranya diisi generasi muda," bebernya. 

Soal target pendapatan, tahun ini GWO dan Museum Radya Pustaka ditarget mendulang Rp 500 juta. Nominal tersebut meningkat dibandingkan 2018 yang hanya Rp 400 juta. 

Kepala Bidang Pelestarian Budaya Disbu Surakarta Is Purwaningsih menambahkan, pemaksimalan potensi GWO juga melibatkan dinas lainnya. Di antaranya dinas pendidikan. Yakni dengan konsep outingclass di GWO.

"Mungkin hanya soal publikasinya saja. Banyak orang yang belum tahu kalau GWO tetap aktif meskipun ada di lingkungan pembangunan. Informasi seperti ini yang harus diterima masyarakat," terang dia. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia