Selasa, 17 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Bongkar Rahasia Ajarkan Kimia Lebih Mudah

25 Agustus 2019, 12: 09: 20 WIB | editor : Perdana

TEROBOSAN: Workshop guru kimia yang diinisiasi UNS dan (MGMP) Sukoharjo di aula SMAN 1 Sukoharjo kemarin.

TEROBOSAN: Workshop guru kimia yang diinisiasi UNS dan (MGMP) Sukoharjo di aula SMAN 1 Sukoharjo kemarin. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Seiring kemajuan teknologi, teknik pembelajaran ikut berkembang. Guna menyiapkan tenaga pendidikan yang melek teknologi, tim pengabdian grup riset media pembelajaran kimia FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar workshop produksi media pembelajaran Kimia berbasis aplikasi Chemsketh, Sabtu (24/8).

Kegiatan tersebut bertujuan mengajak seluruh guru kimia di Kota Makmur menerapkan media pembelajaran berbasis industri 4.0.

Pada kegiatan yang digelar dua kali yakni Sabtu (24/8) dan Sabtu (31/8) itu diikuti 40 guru SMA maupun SMK se-Sukoharjo. Adapun pemateri yakni dosen Pendidikan Kimia FKIP UNS Nurma Y. Indriyanti, Widiastuti Agustina, Suryadi Budi Utomo dan Nur Hasanah. 

Menurut Suryadi, kegiatan tersebut terselenggara atas kerja sama UNS dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sukoharjo. "Materi pembelajaran Kimia harus disampaikan secara tepat dan mudah dipahami siswa. Salah satunya menggunakan aplikasi Chemsketh,” jelasnya di sela workshop di aula SMAN 1 Sukoharjo kemarin.

Ditambahkan dia, guru harus kreatif agar pesan dan materi dapat tersampaikan dengan baik kepada murid. Dengan penggunaan media pembelajaran yang tepat dan menarik, siswa bisa menikmati pelajaran serta aktif dan bersemangat.

Pembicara lainnya Nur Hasanah mengatakan, aplikasi Chemsketh merupakan software yang memudahkan guru menyampaikan materi pelajaran Kimia lebih menarik.

"Seperti memperlihatkan struktur kimia secara lebih jelas, menggambarkan persamaan reaksi kimia dengan mudah. Selain itu, struktur molekul dapat dilihat secara tiga dimensi," ungkapnya.

Hal tersebut merupakan solusi materi pelajaran Kimia yang sebelumnya abstrak dan sulit digambarkan menjadi lebih jelas dan nyata. Peserta workshop mendapat materi mengenai media pembelajaran umum, media pembelajaran abad 21, cara menggunakan Chemsketh serta pembuatan e-modul. E-modul akan diluncurkan untuk mempermudah siswa belajar secara online.

Ketua MGMP Sukoharjo Widodo berharap, workshop dapat menambah wawasan baru serta pengalaman guru dalam menerapkan metode pembelajaran baru. "Metode yang digunakan kan itu-itu saja. Dengan ini bisa mencoba yang baru," jelasnya.

Salah seorang peserta workshop Nur Aliffah mengakui workshop tersebut sangat bermanfaat. "Dulu pernah diajarkan ketika kuliah. Tapi di lapangan belum pernah mempraktikkan. Mate pelajaran Kimia itu banyak gambar rumus. Kebanyakan dari kita hanya men-screenshot dari internet lau ditempel. Hasilnya jelek. Ternyata menggunakan Chemsketh bisa digambar lebih mudah," ujar guru kimia SMK Kriya Sahid Sukoharjo tersebut. 

Setelah dipraktikkan, Chemsketh memudahkan guru dalam menggambar rumus maupun molekul kimia. Hasil gambarnya pun lebih jelas, bervariasi, serta bisa dalam bentuk tiga dimensi. 

"Terkadang kami menggambar secara manual dan malah membuat anak kesulitan memahami gambar kimia tersebut. Aplikasi ini sangat membantu kami dalam menjelaskan kepada siswa. Siswa bisa lebih punya gambaran," urainya. (adv/rgl/wa) 

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia