Selasa, 17 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Olahraga
Honda DBL Central Java Series 2019

Epic Comeback Smapda, Tim Debutan Mulai Membahayakan

25 Agustus 2019, 12: 19: 53 WIB | editor : Perdana

KETAT: Pertandingan antara SMA Kalam Kudus (jersey putih)  melawan SMA Pradita Dirgantara di Honda DBL Central Java Series 2019-South Region, kemarin

KETAT: Pertandingan antara SMA Kalam Kudus (jersey putih)  melawan SMA Pradita Dirgantara di Honda DBL Central Java Series 2019-South Region, kemarin (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Mental baja memang harus dimiliki oleh para peserta Honda Developmental Basketball League (DBL) Central Java Series 2019-South Region.

Tim basket putra SMA Pradita Dirgantara (Smapda) Boyolali sukses membuktikannya. Dua kuarter awal tertinggal,  tim ini sukses bangkit dan akhirnya bisa menutup laga dengan kemenangan.

"Semua murni optomisme anak-anak di lapangan. Walau (sempat) kalah,  hasil pertandingan tidak bisa diprediksikan. Bersyukur kita bisa mengakhiri laga dengan kemenangan," ujar Pelatih Smapda,  Monica Dyah Indrawati Dewi.

Tak mudah bagi Smapda,  karena lawan yang langsung harus mereka hadapi bukan tim kacangan. Yakni SMA Kalam Kudus (KK) Sukoharjo (24/8), yang sempat jadi jawara DBL Central Java South Region di tahun 2011 silam. Terlebih mereka datang sebagai tim debutan. 

Dalam laga ini kedua tim bermain ngotot sejak awal, dan berusaha sekuat tenaga menembus defense lawannya. 

Kuarter pertama, KK langsung tancap gas mendulang poin sebanyak-banyaknya. Tim akhirnya berhasil unggul 12-4 dari Smapda di kuarter pertama.

Kuarter kedua, kedua tim kembali berjuang mendulang banyak poin. Smapda sukses menambah delapan poin. Sayangnya KK masih unggul atas Smapda 18-10.

Di kuarter ketiga, di luar dugaan Smapda yang sempat telat panas, akhirnya menunjukkan permainan terbaiknya. 

Jump shoot Lugas Satuhu dan dua kali freethrow Herdian Bagas yang masuk, ikut membawa Smapda di luar dugaan berhasil berbalik unggul 19-18 dari KK.  

Balas membalas poin dilkukan kedua tim, Smapda sempat unggul 21-20, sayangnya detik akhir kuarter ketiga pelanggaran menguntungkan lawan harus mereka lakukan. 

Pujo Sugiarto jadi dewa penolong KK,  setelah salah satu freethrow-nya sukses membuat laga jadi imbang 21-21 untuk kedua tim di kuarter ketiga.

Sepuluh menit kuarter terakhir berjalan,  sudah bisa dipastikan ribuan pasang mata yang memadati Sritex Arena semakin berdebar menanti siapakah yang keluar Sritex Arena dengan senyum lebar. 

Lima menit kuarter keempat berjalan, kedua tim kembali unggul 22-22.

Defense KK ternyata kendor. Beberapa kali tembakan anak-anak Smapda berbuah poin, sebaliknya KK terlihat semakin tertekan. Smapda akhirnya sukses menutup laga dengan kemenangan 31-23 atas KK. 

"Sempat leading tapi akhirnya defense jadi tambah kuat (di akhir laga). Kemungkinan anak-anak mengalami tekanan suasana di Sritex Arena,  jadi membuat permainan mereka down," terang Pelatih KK Diwana Hartadi.

Tim debutan lainnya yang sukses meraih kemenangan di laga perdananya adalah SMA IT Nur Hidayah Sukoharjo, yang baru saja menang atas SMAN 1 Kartasura (34-6).  (aya/nik)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia