Selasa, 10 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Dorong Industri Mebel Tingkatkan Ekspor

26 Agustus 2019, 12: 40: 00 WIB | editor : Perdana

HARUS BERINOVASI: Mebel kualitas ekspor didisplat di Rumah Kriya Banjarsari, belum lama ini.

HARUS BERINOVASI: Mebel kualitas ekspor didisplat di Rumah Kriya Banjarsari, belum lama ini. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Industri mebel dan kerajinan di dunia tumbuh signifikan. Harusnya fenomena tersebut ditangkap pelaku industri mebel dan kerajinan di Indonesia, khususnya wilayah Kota Solo dan sekitarnya. Agar mampu bersaing dengan negara lain terkait potensi ekspor.

Sekjen DPP Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Himki) Solo Abdul Sobur mengatakan, secara global industri mebel bertransformasi dengan cepat. Sejalan pertumbuhan ekonomi global. Konsep industri dituntut semakin canggih. Salah satunya melalui peremajaan mesin. 

Proses produksi harus lebih modern dengan teknologi canggih dan ramah lingkungan. Tiongkok, Malaysia, dan Vietnam adalah negara terdepan dalam industri mebel global. Untuk itu, Indonesia diminta jangan sampai tertinggal.

“Tanpa teknologi canggih, kita tidak akan bisa mengejar pasar yang semakin berkembang. Komponen mesin memberikan kontribusi 30 persen dari semua produksi industri. Termasuk mebel,” ucap Abdul, kemarin (25/8).

Menurut ranking realisasi ekspor industri mebel 2018, Indonesia menduduki peringkat ke3 se- ASEAN. Setelah Vietnam dan Malaysia dengan nilai USD 1,7. Pasar ekspor paling besar ke Amerika. “40 persen kontribusinya dari Indonesia,” jelas Sobur.

Ketua DPD Himki Solo Adi Darma Santoso menambahkan, dari 100 anggota, 10 persennya sudah meremajakan mesin. Kota Solo dan sekitarnya merupakan basis industri mebel. Wajib mengganti pola lama dalam pengembangan daya saing. Salah satunya kecepatan produksi. 

Diakuinya, dalam kurun tiga tahun terakhir, peremajaan mesin sudah dilakukan. Meski masih sistem berkelompok. Namun setidaknya mampu meningkatkan kapasitas maupun kualitas.

”Pemerintah sebaiknya meningkatkan subsidi program revitalisasi dan modernisasi teknologi. Ini wajib dilakukan pelaku industri. Sehingga bisa lebih maju seperti Tiongkok, Vietnam, dan negara lainnya,” bebernya. 

Saat ini pasar ekspor mebel di Indonesia termasuk Solo dan sekitarnya diprediksi meningkat. Berdasarkan data realisasi ekspor dari Dinas Perdagangan Surakarta, volume ekspor mebel di 2018 sebanyak 452.413,50 kg. Senilai USD 4.155.187,93. 

Total, realisasi ekspor Kota Solo di 2018 mencapai USD 44,126. Nilai tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya USD 30,252 juta. Sedangkan periode Januari-Mei 2019, realisasi ekspor mebel bervariasi. Antara 31-49 ribu kg. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia