Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Dipolisikan Saksi Pemilu, Ketua Gerindra Solo Lempar Tuduhan Balik

26 Agustus 2019, 22: 06: 19 WIB | editor : Perdana

ilustrasi

ilustrasi

Share this      

SOLO - Ketua DPC Partai Gerindra Surakarta AK yang dipolisikan dengan tuduhan dugaan penggelapan uang pembayaran saksi pada Pemilu 2019 membantah semua tuduhan. Dia justru balik menuduh Sapardi, koordinator saksi Partai Gerindra saat pemilu lalu, telah membuat cerita palsu.

Diberitakan sebelumnya, Sapardi melaporkan AK lantaran diduga menggelapkan uang senilai Rp 209 juta yang semestinya diberikan kepada para saksi Partai Gerindra saat pemilu. Alhasil, hingga kini sebanyak 3.468 orang belum mendapatkan upah mereka sebagai saksi.

Namun, AK membantah tuduhan tersebut. Menurut dia, Rp 209 juta adalah uang yang telah dikeluarkan partainya untuk membayar uang muka seluruh saksi di tempat pemungutan suara (TPS). 

”Jadi Sapardi itu memutarbalikkan fakta. Gerindra itu butuh saksi karena masih kurang. Sapardi sebagai sekretaris PPIR sanggup menyediakan seluruh saksi. Oke, DP (uang muka, Red) sudah kita kasih Rp 209 juta. Tapi, C1 yang diserahkan ke Gerindra cuma 300. Kalau yang fotokopi jelas tidak diakui DPD. Coba dikali saja, Rp 50 ribu kali 300, berapa?” katanya.

AK menambahkan, saat dimintai konfirmasi soal kekurangan C1 dan larinya uang DP yang diberikan, Sapardi justru kurang terbuka. ”Katanya sudah dikasihkan ke si A, kemudian oleh si A dikasih si B. Tapi, si B mblandang. Itu kan tanggung jawab dia sebagai koordinator," ucap AK.

AK ingin kasus internalnya tak menjadi bahan konsumsi publik. Menurutnya, persoalan ini dapat selesai jika pihak Sapardi mau terbuka. (irw/ria)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia