Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Pedestrian Prof. Yohanes Jadi TPS Liar, Papan Larangan Tak Mempan

27 Agustus 2019, 14: 54: 05 WIB | editor : Perdana

RUSAK PEMANDANGAN: Kondisi pedestrian Jalan Prof. Yohanes jadi langganan buang sampah sembarangan.

RUSAK PEMANDANGAN: Kondisi pedestrian Jalan Prof. Yohanes jadi langganan buang sampah sembarangan. (SILVESTER KURNIAWAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Bukan hanya sungai, lahan kosong bekas SPBU Jebres di Jalan Prof. Yohanes, juga tak luput dari aksi buang sampah sembarangan. Kondisi tersebut menimbulkan bau tak sedap dan merusak kawasan pedestrian yang telah ditata sedemikian rupa. 

"Ya seperti itu tumpukannya (sampah). Paling banyak di belakang (tempat duduk pedestrian) itu," jelas Widodo, 36, warga Jagalan, Jebres, Senin (26/8).

Awalnya, hanya ada beberapa kantong plastik berisi sampah dan langsung diangkut petugas kebersihan. Namun, volume sampah bertambah banyak hingga menumpuk. Kini, lokasi tersebut berubah menjadi tempat pembuangan sementara (TPS) sampah liar. 

Warga lalu berinisiatif memasang papan peringatan dengan tulisan tangan berisi larangan membuang sampah di lokasi tersebut. Namun, upaya itu sia-sia. "Sampah-sampah itu menimbulkan bau tidak sedap,” keluh Widodo.

Serupa ditandaskan Hartini Sulistyo, 52. Warga Kelurahan Gandekan, Jebres. Masyarakat sudah berusaha membersihkan tumpukan sampah tersebut tapi tak lama muncul lagi. “Hanya sebagian warga yang berani menegur pelaku buang sampah sembarangan. Sekarang sampahnya tambah banyak,” katanya. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surakarta Sri Wardhani Purbawidjaja menilai, kondisi tersebut terjadi karena rendahnya kesadaran masyarakat. Sedangkan pengelolaan sampah lingkungan sudah diserahkan kepada pemangku wilayah masing-masing.

"Banyak lokasi tak bertuan, pertamanan, dan lainnya yang dijadikan tempat membuang sampah. Kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan. Kami akan koordinasi dengan satpol PP untuk penindakan,” tegas dia.

Persoalan buang sampah sembarangan juga terjadi di Kecamatan Banjarsari. "Beberapa waktu lalu memang ada fenomena tumpukan sampah di aliran Kali Pepe. Termasuk di Gilingan," terang Sekretaris Kecamatan Banjarsari Agung Wijayanto.

Karena itu pemerintah kecamatan setempat rutin melakukan evaluasi dan koordinasi guna memetakan lokasi rawan penyumbatan sungai oleh sampah. Sekaligus menggencarkan sosialisasi ke masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai.

Upaya melawan sampah dan tanaman liar di sungai juga dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surakarta dengan melakukan penyisiran Sungai Bengawan Solo.

"Tanaman liar di Kali Gajah Putih bisa mengganggu aliran air. Kalau (pembersihan) sungai kecil seperti Kali Pepe bisa digelar kerja bakti bersama," terang Kepala BPBD Surakarta Eko Prajudhy Noor Ali. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia