Selasa, 10 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Kasus Pemblokiran Rekening Polisi oleh Istri, Bank Digugat Rp 1 Miliar

27 Agustus 2019, 20: 19: 56 WIB | editor : Perdana

Sidang perdata kasus pemblokiran rekening oleh pegawai BRI digelar di PN Surakarta

Sidang perdata kasus pemblokiran rekening oleh pegawai BRI digelar di PN Surakarta (Antonius Christian/ Radar Solo)

Share this      

SOLO - Sidang perdata dengan kasus pemblokiran rekening Denny Setiawan, nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali digelar di pengadilan Negeri (PN) Surakarta Selasa (27/8). Sidang kali ini dengan agenda menyampaikan hak jawab oleh pihak tergugat, yakni BRI Cabang Slamet Riyadi.

Sidang dipimpin ketua majelis hakim Sutedjo. Jawaban dari pihak BRI tidak dibacakan pada proses persidangan, namun diserahkan dalam bentuk tertulis oleh perwakilan pihak BRI Sunarno. Penggugat atau Deny yang diwakiliki kuasa hukumnya juga setuju atas tidak dibacanya jawaban dari BRI di persidangan. 

”Baik, kalau sudah sama-sama setuju, jawaban dianggap sudah dibacakan. Sidang kali ini saya tutup dan sidang lanjutan akan kita lanjutkan Selasa (3/9) depan dengan agenda pembacaan replik dari penggugat,” pungkas Sutedjo.

Usai sidang, Sunarno selaku manager operasional BRI Cabang Slamet Riyadi enggan membeberkan jawaban pihak BRI yang telah diserahkan hakim. ”Kita tunggu saja nanti saat sidang pembacaan. Intinya, kami sudah mengajukan tanggapan-tanggapan terhadap gugatan itu. Untuk selanjutnya, lihat saja di sidang berikutnya,” ujarnya 

Sementara itu Agung Wisjnu Widhiatmoko, kuasa hukum penggugat  menjabarkan sejumlah poin tanggapan BRI yang diterimanya. ”Pihak BRI menyatakan, ada yang memblokir dari unit kerja lain di unit Ngesrep. Saat itu yang memblokir menjabat sebagai kepala unit (BRI, Red) Ngesrep,” urainya. 

Masih membacakan isi tanggapan BRI, Agung mengatakan, pihak tergugat menyatakan, karyawannya siap bertanggung jawab. Tanpa menjelaskan bentuk pertanggungjawaban yang dimaksud. 

”Segala tindakan yang dilakukan oleh karyawan dalam sebuah perusahaan, maka perusahaan itu juga harus bertanggung jawab. Karena saat dia melakukan pemblokiran itu, dia sedang bertugas sebagai Pjs (penjabat sementara, Red) kepala unit BRI Ngesrep,” ucap Agung.

Agung menyatakan pihaknya tetap kukuh meminta pertanggungjawaban BRI. Yakni secara materiil sebesar Rp 10 juta yang merupakan gaji Denny sebagai anggota Opsnal Satnarkoba Polresta Surakarta yang tidak bisa diambil. Serta denda kerugian nonmateriil sebesar Rp 1 miliar. 

”Secara nonmateriil, klien kami merasa sudah dipermainkan harga dirinya dan ada semacam stigma bahwa rekeningnya bermasalah,” jelas Agung.

Diberitakan sebelumnya, Denny menggugat BRI Cabang Solo ke PN Surakarta. Pasalnya rekening Denny diduga diblokir oleh seorang oknum pegawai di bank tersebut yang tak lain merupakan istrinya. Menurut Denny, kasus bermula saat tiba-tiba rekeningnya terblokir tanpa pemberitahuan sejak tiga bulan. Padahal, gajinya dikirim masuk ke rekening tersebut. Ia pun kian bingung karena gajinya tidak bertambah, tapi saldo di rekening malah menunjukkan angka minus. (atn/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia