Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Olahraga
DBL Central Java Series 2019

20 SMANSA vs SMARACATUR 23, Happy Ending Smaracatur

28 Agustus 2019, 13: 59: 31 WIB | editor : Perdana

KENA FOUL OUT: Center Smaracatur Ardhana Firdaus (kiri) ditempel guard Smansa Ivan Ardiansyah di Sritex Arena, tadi malam.

KENA FOUL OUT: Center Smaracatur Ardhana Firdaus (kiri) ditempel guard Smansa Ivan Ardiansyah di Sritex Arena, tadi malam. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Drama terjadi di babak 16 besar Honda DBL Central Java Series 2019-South Region, tadi malam. Tim basket putra SMAN 4 Surakarta (Smaracatur) susah payah menundukkan SMAN 1 Surakarta (Smansa). Hanya unggul tipis 23-20.

Tampil di hadapan ribuan penonton yang memadati tribun Sritex Arena, kedua kubu justru tampil penuh tekanan. Kuarter pertama, Smaracatur unggul 6 poin tanpa balas. Dari sumbangan duo guard Insan Nur Rizky dan Ardhian Abdul Madjid.

Memasuki kuarter kedua, Smansa menemukan momentum bangkit. Skud yang bermarkas di Jalan Monginsidi ini menipiskan jarak jadi 6-4 via aksi forward Bintang Cahyo dan guard Galih Rifki. Ogah kecolongan, Smaracatur membalas. Enam poin tambahan mereka bukukan. Smaracatur kembali menjauh 12-4 di kuarter kedua. 

Di kuarter ketiga duel seru kembali tersaji. Kedua tim saling kejar-mengejar angka. Total 9 poin didulang Smansa. Sebaliknya Smaracatur hanya mampu menambah 4 poin. Smansa menipiskan jarak 15-12 di kuarter ketiga.

Kedua kubu dihinggapi ketegangan di kuarter penentuan. Di tengah kuarter, pemain kunci dari kedua kubu terkena foul out. Ramadhanu Prayogi dari kubu Smansa dan Ardhana Firdaus di kubu Smaracatur. Saat itu pertandingan masih menyisakan 35 detik. Smaracatur masih unggul 21-15. 

Ketegangan memuncak saat three poin shot dan free throw Galih Rifky menipiskan kedudukan 21-18. Saat waktu menyisakan 8 detik, Smansa kembali menipiskan jarak jadi 21-20. Via tembakan terukur guard Nicko Mahesa.

Namun, asa Smansa memaksakan over time atau setidaknya pulang dengan kemenangan buyar. Dua kali free throw Muhammad Al Vito dan Muhammad Daryyl mengunci kemenangan Smaracatur 23-20.

“Sebenarnya semua game plan sudah jalan. Tapi di lapangan eksekusi berantakan. Suasananya ramai sekali. Anak-anak tertekan. Kurang sabar. Sering turn over,” ujar Pelatih Smaracatur Herlambang Joko Cristianto.

Kemenangan ini membawa Smaracatur menggenggam satu tiket babak Big Eight. Menantang SMK St Mikael Surakarta. “Kuncinya cuma memperbaiki mental anak-anak saja,” tegas Herlambang.

Dari kubu lawan, Pelatih Smansa Satriyo Pinandito mengaku kecewa atas kekalahan tersebut. Namun, dia memuji perjuangan anak asuhnya. 

“Intensitas latihan kami kurang. Sebenarnya anak-anak ada peluang bikin pertandingan ini jadi milik Smansa. Banyak kesalahan sepele. Justru menambah poin untuk lawan. Mungkin kurang relaks saja. Tapi anak-anak fight di pertandingan ini,” ucapnya. (aya/nik/fer)

(rs/aya/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia