Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Olahraga
Honda DBL Central Java Series 2019

21 MUHI vs ABBS 28, Pembuktian Kuda Hitam

30 Agustus 2019, 14: 08: 44 WIB | editor : Perdana

PULANG: Pemain ABBS coba menenangkan penggawa Muhi di Sritex.

PULANG: Pemain ABBS coba menenangkan penggawa Muhi di Sritex. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Tiga kemenangan salah satunya atas SMA Muhammadiyah 1 Surakarta (Muhi), membuat SMA Al-Abidin Boarding School (ABBS) Surakarta jadi kuda hitam paling menyeramkan. Ya, ABBS menorehkan sejarah pribadi, lolos babak Fantastic Four Honda DBL Central Java Series 2019-South Region.

Muhi jadi korban terakhir ABBS dalam babak Big Eight di Sritex Arena, kemarin (29/8). Dominasi ABBS sudah terlihat sejak tipp-off. Kuarter pertama, ABBS unggul 7-4. Disusul 11-8 di kuarter kedua.

Selepas jeda, laju ABBS kian tak terbendung. Kuarter ketiga ABBS unggul 22-12. Hingga buzzer berbunyi, Muhi tak sanggup mengejar. ABBS menutup perlawanan Muhi 28-21.

“Semua hasil keyakinan anak-anak di lapangan. Kami tampil maksimal hari ini (kemarin). Meskipun masih banyak turn over. Tapi kami punya visi yang sama,” terang Pelatih ABBS Indra Tri Ariyadi Suseno usai pertandingan.

Di babak penyisihan, ABBS tampil cukup impresif. Di pertandingan pertama, mereka menjegal langkah SMAN 1 Karanganyar, disusul SMAN 7 Purworejo (lihat grafis). Menilik hasil yang mereka peroleh dalam beberapa tahun terakhir, sulit membayangkan ABBS mampu melaju sejauh ini.

“Anak-anak harus membenahi defense. Masih terlalu banyak falling. Finishing juga kurang. Banyak free throw terbuang sia-sia. Selebihnya saya tekankan anak-anak biar pede, konsisten, dan yakin. Ternyata leading cukup jauh. Kunci kami mematikan key player dengan defense berhasil,” terang Indra. 

Di babak Fantastic Four, ABBS bakal dihadang tim kuat SMK St. Mikael Surakarta (Mico). Bukan partai mudah. Mengingat calon lawan pernah menapaki babak final dua musim sebelumnya. (aya/nik)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia