Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Fly Over Palur Butuh Water Barrier

30 Agustus 2019, 15: 19: 17 WIB | editor : Perdana

PADAT: Jalur Fly Over Palur Jaten termasuk rawan kecelakaan.

PADAT: Jalur Fly Over Palur Jaten termasuk rawan kecelakaan. (ADI PRASETYAWAN/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Arus lalu lintas Fly Over Palur termasuk rawan kecelakaan lalu lintas. Untuk itu, satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Karanganyar mengharapkan pemkab memasang water barrier di jalur tersebut.

”Ada beberapa wilayah yang memang tecatat rawan macet dan rawan kecelakaan. Kalau macet ada di seputaran Kebakkramat karena banyak perusahaan di sana. Kalau rawan kecelakaan di seputaran jembatan Fly Over Palur,” kata Kapolres AKBP Catur Gatot Effendi melalui Kasat Lantas AKP Faris Budiman usai Upacara Operasi Patuh 2019 di mapolres kemarin (29/8).

Menurut Faris, dalam satu semester terakhir (6 bulan), kecelakan di Karanganyar mencapai 20 kasus. Empat orang diketahui meninggal dunia. Beberapa kasus juga terjadi di jalur Fly Over Palur. Salah satu solusi mencegah kecelakaan adalah pemasangan water barrier baik yang dari arah barat maupun arah timur. Pemasangan itu di tengah-tengah jalur, atau marka tidak terputus di lokasi tersebut.

”Setelah trotoar yang dijalan dari Solo atau dari Karanganyar, sampai pada mulut jembatan fly over. Karena kalau tidak, masyarakat seenaknya muter. Padahal itu ada tanda larangan. Dan itulah yang menyebabkan akan kecelakaan,” terangnya.

Kepala Dinas Perhubungan Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Dishu PKP) Karanganyar Sundoro mengungkapkan, status jembatan Fly Over masih dalam pengelolaan pemerintah provinsi. Namun pihaknya sudah mengusulkan ke dishub provinsi untuk melengkapi rambu – rambu.

”Beberapa memang sudah ada yang kita pasang, seperti rambu dan lampu flash sebagai tanda. Kalau ingin pemasangan rambu atau alat lagi seperti warter barier, kita harus izin dulu itu ke provinsi,” terang Sundoro.

Kapolres Karanganyar AKBP Catur Gatot Effendi mengungkapkan, kecelakaan di Karanganyar mengalami kenaikan meski tidak banyak.

”Khususnya bagi mereka karyawan swasta dan pelajar. Pelanggaran dan penindakan juga sedikit naik. Makanya sasaran untuk operasi ini nanti tidak hanya pelajar dan karyawan saja, akan tetapi semua masyarakat umum. Bahkan ojek online pun akan kita berikan sanksi, kalau kedapatan menggunakan HP di jalan,” tegas Kapolres. (rud/adi)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia