Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

485 Cakades Pilih Nomor Serentak, Pemasangan APK Dipelototi

30 Agustus 2019, 15: 30: 26 WIB | editor : Perdana

UNIK: Rombongan calon kades Duyungan, Kecamatan Sidoharjo berangkat ke balai desa setempat untuk mengambil nomor urut pilkades, kemarin (29/8).

UNIK: Rombongan calon kades Duyungan, Kecamatan Sidoharjo berangkat ke balai desa setempat untuk mengambil nomor urut pilkades, kemarin (29/8). (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Sebanyak 485 calon kepala desa (Cakades) di 167 desa mengambil nomor urut untuk pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak 2019, kemarin (29/8). Pemungutan suara akan digelar Kamis mendatang (26/9).

Pelaksanaan pengambilan nomor urut ini digelar di balai desa masing-masing. Rata-rata para calon kades mulai start dari rumah menuju balai desa dengan diiringi pendukungnya. Cara untuk meraih simpati pun beragam, mulai dari yang menggunakan dokar atau delman. Adapula yang diiringi arak-arakan sepeda motor.

Kepala Bagian pemerintahan Desa (Pemdes) Sekretariat Daerah (setda) Sragen Hiladawati Aziroh menyampaikan, jalannya pengambilan nomor urut berjalan lancar. Pihaknya juga berkeliling memantau sejumlah desa yang menggelar hajatan pilkades.

”Mudah-mudahan tidak ada masalah, saya juga masih memantau di Desa Celep. Semoga sampai nanti aman-aman saja” terang Hiladawati.

Dia menyampaikan, setelah tahap ini dilanjutkan kampanye pada (20-22/9) mendatang. Namun selang waktu tersebut akan digunakan untuk mengambil nomor bagi desa yang belum selesai fit and proper test.

”Ada 6 desa yang masih tes karena pendaftar yang lebih dari lima orang, pengambilan setelah ada pengumuman,” terangnya.

Enam desa tersebut yakni Desa Toyogo, Karanganyar dan Sambungmacan di Kecamatan Sambungmacan. Desa Taraman di Kecamatan Sidoharjo. Desa Kedawung Kecamatan Mondokan dan Desa Glonggong Kecamatan Gondang. 

Salah satu calon kepala desa Arie Kurniawati melakukan arak arakan cukup unik untuk pengambilan nomor urut ini. Yakni dengan iring-irikan dokar dari posko pemenangan menuju Balai Desa Duyungan, Kecamatan Sidoharjo.

”Tidak masalah, ini supaya menarik saja. Semoga didukung warga,” tandasnya.

Terpisah Wakil Bupati Dedy Endriyatno menyampaikan waktu pemasangan alat peraga kampanye (APK) tergantung kesepakatan dengan panitia desa. Sementara waktu kampanye yang dimaksud yakni kampanye terbuka.

”Lebih detil panitia desa yang membuat aturan. Secara aturan umum tidak boleh di rumah ibadah, pemerintahan maupun di sekolahan,” bebernya. (din/adi)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia