Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Olahraga
Honda DBL Central Java Series 2019

28 IC vs REGPAC 31, Petaka 44 Detik

31 Agustus 2019, 17: 52: 25 WIB | editor : Perdana

TERTATIH: Forward Regpac Brian Prakasa Saputro diapit dua pemain SMA Insan Cendikia Sukoharjo di Sritex Arena, kemarin (30/8).

TERTATIH: Forward Regpac Brian Prakasa Saputro diapit dua pemain SMA Insan Cendikia Sukoharjo di Sritex Arena, kemarin (30/8). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Kolektor gelar champion terbanyak Honda Developmental Basketball League (DBL) Central Java Series-South Region, SMA Regina Pacis Surakarta (Regpac) tampil kurang menjanjikan. Brian Prakasa Saputro dkk bahkan nyaris kalah saat bersua SMA Insan Cendikia Sukoharjo (IC) di Sritex Arena, kemarin (30/8).

Regpac memulai game dengan nyaman. Kuarter pertama, skuad asuhan Wongso Suseno ini leading lumayan jauh 13-5. Kuarter kedua, IC mampu mempersempit gap. 12 poin dikantongi IC. Sebaliknya Regpac cuma menambah 4 poin. Kuarter kedua berakhir 17-13 untuk Regpac.

Selepas jeda, pertandingan memanas. Giliran IC tancap gas. Center IC Izzanul Rashif menggila setelah tiga free throw dan dua layup-nya menembus jaring Regpac. IC berbalik unggul 23-17.

Drama terjadi di kuarter penentuan. Saat waktu masih menyisakan 44 detik, IC unggul 27-22. Three point shoot forward Brian Prakasa dan layup Jevon Chris Hariyanto, dua detik jelang bubaran memaksakan kedudukan imbang 27-27.

Semua pasang mata sudah mengira game bakal berakhir lewat over time (OT). Namun, petaka bagi kubu IC. Three point shoot Michael Krisna dan free throw Brian Prakasa mulus bersarang di ring IC.  Sebaliknya, IC hanya mampu membalas 1 poin via free throw Izzanul Rashif. Hingga buzzer berbunyi, skor 31-28 untuk kemenangan Regpac.

”Di awal anak-anak main enjoy. Tapi di tengah kuarter sempat down. Saya coba memacu semangat anak-anak. Kuarter keempat akhirnya bisa membalikkan keadaan. Faktor tekanan yang bikin mereka drop. Fisik juga menurun,” beber Head Coach Regpac Wongso Suseno.

Di babak Fantastic Four, Regpac sudah ditunggu juara bertahan SMA Warga Surakarta. Duel ini bakal jadi ajang revans. Mengingat musim lalu langkah Regpac terjegal Warga di babak Big Eight.

”Evaluasinya, terlalu banyak turn over. Menghadapi Warga, anak-anak cuma butuh modal mental. Melawan juara bertahan tidak mudah. Mereka latihannya jauh lebih intens,” urai Wongso.

Dari kubu IC, pelatih Catur Purnomo seakan tak percaya dengan kekalahan timnya. ”Saya awalnya sangat yakin bisa menang. Ternyata three point mereka meruntuhkan mental kami di akhir laga,” keluhnya. (aya/nik/fer)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia