Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Rekontruksi Pembunuhan Berlatar Cinta Segitiga, Suami Terbakar Cemburu

02 September 2019, 20: 14: 23 WIB | editor : Perdana

Reka ulang saat tersangka cekcok hingga menusuk korban di Mangkubumen, Banjarsari

Reka ulang saat tersangka cekcok hingga menusuk korban di Mangkubumen, Banjarsari

Share this      

SOLO - Rekontruksi kasus pembunuhan berlatar cinta segitiga yang menewaskan Boento Tanojo, 44, warga Madegondo, Grogol, digelar pihak kepolisian, Senin (2/9). Dalam rekonstruksi itu, ada 40 adegan reka ulang dilakukan.

Masyarakat sekitar terlihat memadati lokasi digelarnya rekontruksi. Reka ulang dimulai saat tersangka Andreas Kurniawan, 36, datang ke rumah makan Fannila Salads milik istrinya.

Adegan kemudian dilanjutkan saat tersangka sempat bertengkar dengan korban di rumah makan itu. Disaksikan istri tersangka dan mertuanya. Lalu, tersangka pergi menuju usaha roti bakar milik mertuanya dan sempat mengambil pisau yang diselipkan di saku celana belakang.

Tersangka sempat kembali ke tempat usaha istrinya. Namun, ternyata yang dicari sudah pulang. Yakni ke rumah mertua tersangka di Jalan Sri Gading 3, Kampung Turisari RT 02 RW 12, Kelurahan Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari yang hanya berjarak 50 meter dari tempat usaha istri. 

Di dalam rumah itulah, tersangka kembali terlibat cekcok hingga berujung penusukan terhadap korban. Sayang, adegan di dalam rumah digelar secara tertutup. Namun, di tengah tragedi di dalam rumah, memang sempat ada warga yang masuk untuk melerai. Kemudian, mereka keluar dengan membopong korban yang kena luka tusuk. Diikuti tersangka dan istrinya. Korban akhirnya meninggal setelah mendapat perawatan intensif.

”Sejauh ini belum ada temuan baru. Antara rekontruksi dan BAP (berita acara pemeriksaan) masih sama. Pelaku juga masih satu orang,” ujar Kasat Reskrim Polresta Surakarta Kompol Fadli mewakili Kapolresta AKBP Andy Rifai saat ditemui usai rekonstruksi.

Sementara itu, Sri Kalono, kuasa hukum tersangka menuturkan, kasus terjadi karena adanya pemicu. Di mana korban menyelingkuhi istri tersangka selama enam tahun. Bahkan, mendapatkan anak dari hubungan gelap tersebut. 

”Jadi saya nilai tidak ada unsur kesengajaan. Tapi lebih ke emosional pelaku muncul dan tidak terima,” papar Kalono

Diberitakan sebelumnya, setelah mengantarkan korban ke rumah sakit, tersangka sempat kabur ke Semarang. Namun, dia berhasil dibekuk polisi kurang dari 24 jam. Pelaku dijerat dengan pasal 351 ayat (3) KUHP, pasal 340 KUHP. Ancaman hukumannya seumur hidup. (atn/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia