Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Harus Ada Upaya Untuk Menekan Angka Kematian Ibu dan Anak

03 September 2019, 10: 10: 59 WIB | editor : Perdana

EVALUASI: Dinas Kesehatan Jawa Tengah lakukan evaluasi mengenai program kesehatan di Solo, Kamis (28/8)

EVALUASI: Dinas Kesehatan Jawa Tengah lakukan evaluasi mengenai program kesehatan di Solo, Kamis (28/8)

Share this      

SOLO - Dibeberapa daerah di Jawa Tengah, angka kematian ibu dan anak tercatat cukup tinggi. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah kota maupun Dinas Kesehatan Jawa Tengah untuk terus berupaya menekan angka tersebut. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr Yulianto Prabowo mengatakan upaya yang dilakukan sama seperti penanganan untuk pesakitan yang terserang demam berdarah, TBC, atau penyakit lain yang membahayakan. Untuk itu Dinas Kesehatan Jawa Tengah melakukan pertemuan dengan perwakilan dinas kesehatan berbagai kabupaten/kota, rumah sakit umum daerah (RSUD), lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan kelompok-kelompok peduli kesehatan untuk melakukan evaluasi. 

“Dengan pertemuan ini kita sekaligus untuk mengukur sejauh mana keberhasilan pelaksanaan program kesehatan yang sudah diprogramkan Dinas Kesehatan. Sehingga segala pernasalahan yang ada diharapkan bisa rampung menjelang akhir 2019 ini,” tutur Yulianto kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (28/8). 

Saat ini Jawa Tengah masih memiliki masalah prioritas kesehatan, yaitu angka kematian ibu (AKI), angka kematian anak (AKN), stunting, penyakit menular - tidak menular, serta mutu dan cakupan imunisasi. Secara hitungan rasio, berdasarkan jumlah kelahiran, sekitar 80 per 100 ribu  kelahirup hidup mengalami kematian. Umumnya, penyebab AKI ini karena adanya perdarahan pada waktu persalinan, hingga keracunan dalam kehamilan.

“Angka kematian ibu dibeberapa kabupaten kota di Jawa Tengah masih cukup tinggi. Harapannya pada semester II 2019 bisa ditekan dan dikendalikan,” pungkasnya.

Ditambahkan Yulianto, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki target mengeliminasi berbagai kasus kesehatan hingga 2028. Ada empat tahap yang dilakukan, yaitu selalau menemukan kasus di lapangan, kedua mengobati, ketiga mempertahankan dan yang keempat menyembuhkan. Sampai saat ini untuk permasalahan kesehatan yang ada masih dalam tahap menemukan. Sehingga Dinas Kesehatan Jawa Tengah terus mendorong daerah untuk segera menemukan kasus kesehatan yang tidak nampak dipermukaan. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia