Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Features

Salma Sonia Jneina Sagiri, Ciptakan Robot Sampah di Mal 

03 September 2019, 13: 01: 13 WIB | editor : Perdana

Salma Sonia Jneina Sagiri, Ciptakan Robot Sampah di Mal 

Bicara soal robot, jangan dibayangkan seperti di film Transformer. Manusia besi yang bisa berubah bentuk menjadi berbagai kendaraan di bumi. Robot tidak hanya sebatas itu. Di tangan Salma Sonia Jneina Sagiri, tempat sampah pun dari robot. Seperti apa inovasinya?

SEPTINA FADIA PUTRI, Solo, Radar Solo

NAMANYA tempat sampah, pilihannya hanya ada dua. Kosong melompong lantaran tidak ada yang membuang sampah. Atau justru penuh sesak karena tidak ada petugas yang segera mengambil tumpukan sampah.  

Salma Sonia Jneina Sagiri adalah satu-satunya generasi muda yang peduli terhadap keberadaan tempat sampah. Menurutnya, tak banyak yang menganggap penting eksistensi tempat sampah. Terutama di mal.

“Aku sering main ke mal, dan yang aku lihat selama ini banyak tempat sampah penuh. Itu sangat mengganggu pemandangan. Karena kadang orang-orang tetap memaksa membuang sampah di tempat itu. Akibatnya tercecer ke mana-mana,” katanya kepada Jawa Pos Radar Solo, ditemui di sekolahnya MAN 1 Surakarta, kemarin.

Sonia kepo, apa yang menyebabkan tempat sampah di mal sering penuh namun petugas kebersihan tidak segera mengambilnya? Setelah ditelusuri, ternyata jadwal pengambilan sampah oleh petugas kebersihan sudah ditentukan. Contohnya, jika siang hari, sampah baru diambil pukul 15.00. Jika malam hari, sampah diambil pukul 22.00.

“Padahal pukul 12 siang, saatnya orang-orang istirahat dan jam makan siang, tapi sampah sudah menumpuk,” sambungnya.

Sonia yang mengikuti ekstrakurikuler (ekskul) robotik di sekolahnya pun tergerak untuk membuat sebuah terobosan baru. Yang dia pikirkan adalah membuat robot tempat sampah. Robot itu diberi nama The Smart Bin in the Mall With IoT Technology. Sebuah tempat sampah berbasis teknologi internet of things (IoT). Tempat sampah ini khusus dibuat untuk diletakkan di mal, tempat yang ramai pengunjung dan membutuhkan tempat yang selalu bersih tanpa tumpukan sampah.

“Jadi robot tempat sampah ini adalah revolusi pengelolaan untuk sampah di mal. Karena pakai sistem IoT, kalau tempat sampah ini sudah penuh akan ada notifikasi melalui aplikasi perpesanan Telegram. Notifikasi ini berfungsi untuk memberi tahu petugas kebersihan agar bisa segera mengambil sampah yang sudah penuh,” jelasnya.

Robot tempat sampah ini, lanjut Sonia, juga bisa membuka dan menutup otomatis. Jika ada seseorang yang ingin membuang sampah, robot ini akan membuka dengan sendirinya. Saat sampah sudah masuk dalam tempat sampah, robot akan menutup kembali.

“Nah, kalau tempat sampah sudah penuh. Akan ada suara yang memberitahukan kalau tempat sampah sudah penuh. Pengunjung yang ingin membuang sampah harus mencari tempat sampah lain yang masih kosong. Karena kalau sudah penuh, robot tempat sampah ini tidak mau membuka,” imbuhnya.

Atas inovasinya ini Salma berhasil berjaya di ajang World Robot Games (WRG) di Bangkok Thailand, 29-31 Agustus lalu. Ia membawa pulang medali emas untuk kategori Innovative Robot Extreme. Sonia unggul dalam penilaian akurasi tema, performance, komponen, kombinasi sensor efektivitas robot.

Sebagai informasi, WRG adalah kompetisi robot tingkat internasional yang diadakan tiap tahun. Ada 10 negara yang berpartisipasi dalam kompetisi ini. Sebut saja, Thailand selaku tuan rumah, Vietnam, Bhutan, Myanmar, Hongkong, Taiwan, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Indonesia.

“Aku bangga sama pencapaian ini. Karena aku bisa menang di kategori extreme. Harus berkompetisi dengan peserta usia dewasa. Karena aku ikut ekskul robotik juga buat have fun aja,” tandasnya.

Guru MAN 1 Surakarta Prihantoro mengaku bangga atas capaian anak didiknya. “Dia di kelas memang aktif dan berprestasi. Bahkan juga pernah juara story telling bahasa Inggris,” ujar Prihantoro yang mendampingi anak didiknya ke Thailand ini. (isna ayu/riza ciptaning/bun)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia