Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Dinkes Pelototi Angka Kematian Ibu-Anak

03 September 2019, 13: 12: 12 WIB | editor : Perdana

CEK DINI: Pemeriksaan bayi secara berkala perlu dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan.

CEK DINI: Pemeriksaan bayi secara berkala perlu dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan.

Share this      

SOLO – Angka kematian ibu dan anak di beberapa daerah Jawa Tengah tercatat masih cukup tinggi. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah daerah maupun Dinas Kesehatan Jawa Tengah agar terus berupaya menekan angka tersebut. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah dr Yulianto Prabowo mengatakan, upaya yang dilakukan sama seperti penanganan bagi pasien demam berdarah, TBC, atau penyakit lain yang membahayakan. Dinkes sudah menggelar pertemuan dengan perwakilan dinkes kabupaten/kota, rumah sakit umum daerah (RSUD), lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan kelompok-kelompok peduli kesehatan untuk melakukan evaluasi. 

“Pertemuan ini sekaligus untuk mengukur sejauh mana keberhasilan pelaksanaan program kesehatan yang sudah diprogramkan dinkes. Targetnya masalah ini bisa rampung menjelang akhir 2019 ini,” tutur Yulianto kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (2/9). 

Ditambahkan Yulianto, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki target mengeliminasi berbagai kasus kesehatan hingga 2028. Ada empat tahap yang dilakukan, yaitu selalu menemukan kasus di lapangan, mengobati, mempertahankan dan menyembuhkan. Sampai saat ini terkait masalah kesehatan masih dalam tahap menemukan. Dinkes Jateng terus mendorong daerah agar segera menemukan kasus kesehatan yang tidak tampak di permukaan. 

Saat ini Jawa Tengah masih memiliki masalah prioritas kesehatan, yaitu angka kematian ibu (AKI), angka kematian anak (AKN), stunting, penyakit menular dan tidak menular, serta mutu dan cakupan imunisasi. Secara hitungan rasio, berdasarkan jumlah kelahiran, sekitar 80 per 100 ribu kelahiran mengalami kematian. Umumnya, penyebab AKI ini karena dipicu pendarahan pada waktu persalinan, hingga keracunan dalam kehamilan.

“Angka kematian ibu di beberapa kabupaten kota di Jawa Tengah masih cukup tinggi. Harapannya pada semester II 2019 bisa ditekan dan dikendalikan,” ujarnya. (gis/bun)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia