Kamis, 23 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Ombudsman Telusur Kasus Blokir Rekening 

03 September 2019, 14: 10: 12 WIB | editor : Perdana

JALUR HUKUM: Pengacara Denny Setiawan tunjukkan surat gugatan di Pengadilan Negeri Surakarta.

JALUR HUKUM: Pengacara Denny Setiawan tunjukkan surat gugatan di Pengadilan Negeri Surakarta. (A.CHRISTIAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Ombudsman Jawa Tengah bakal menelusuri kasus pemblokiran rekening salah seorang nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Slamet Ruyadi. Mengingat, pemblokiran diduga dilakukan sepihak. Tanpa pemberitahuan kepada Denny Setiawan, pemilik rekening.

Asisten Ombudsman Jawa Tengah  Sabarudin Hulu menjelaskan, pihaknya akan fokus pada indikasi maladministrasi dalam pelayanan bank pelat merah tersebut. “Apakah ada penyimpangan prosedur yang dilakukan oleh BRI atau penyalahgunaan kewenangan? Ini perlu ditelusuri oleh Ombudsman, OJK (Otoritas Jasa Keuangan), dan BI (Bank Indonesia)," katanya kemarin (2/9).

Menurut Sabarudin, Ombudsman berwenang campur tangan dalam kasus tersebut karena nasabah dinilai sudah dirugikan dan tidak mendapatkan pelayanan memuaskan. “Sudah kelihatan respons dari BRI tidak diberikan secara maksimal ke nasabah. Maka kami nanti bisa meminta keterangan dari pihak pimpinan BRI. Kemudian kami minta dokumen dan bukti (lainnya). Kalau ada dugaan maladministrasi, dari Solo kami akan minta keterangan ke BRI wilayah Jateng," tutur dia. 

Setelah melakukan penelusuran, Ombudsman, lanjut Sabarudin, akan membuat Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP). “Kalau tindakan korektif dari LAHP itu tidak ditindaklanjuti di Jateng, akan kami naikkan lagi ke pusat, atau rekomendasi putusan Ombudsman yang terakhir," ucapnya. 

Hasil LAHP dan rekomendasi Ombudsman juga bakal diserahkan ke pimpinan BRI untuk pemberian sanksi dan penyelesaian masalah. "Kalau ditemukan ada pelanggaran kode etik atau SOP (standard operating procedure), maka akan diberikan sanksi sesuai peraturan perundangan," tambahnya.

Sekadar informasi, kasus ini mencuat setelah Denny Setiawan, anggota Polresta Surakarta menggugat Bank BRI Cabang Solo secara perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Surakarta. Sebab, rekeningnya diduga diblokir oleh seorang oknum pegawai di bank tersebut yang tak lain merupakan istrinya.

Menurut penuturan Denny, pemblokiran dilakukan tanpa pemberitahuan. Padahal, gajinya sebagai anggota Polri masuk ke rekening tersebut, sehingga Denny tak bisa mengambil gaji. 

Kebingungan bertambah ketika Denny mengecek saldo tabungannya lewat mesin ATM malah minus sekitar Rp 28 juta. Untuk biaya hidup sehari-hari, Denny terpaksa pinjam uang ke beberapa rekannya. 

Kuasa hukum Denny, Heroe Setiyanto mengatakan, akibat kasus ini,  pihaknya menuntut Bank BRI membayar sanksi kerugian materiil Rp 10 juta dan kerugian immaterial Rp 1 miliar. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia